Icon
Mitra Industri SMK Negeri Jenawi
SMK Negeri Jenawi

Informasi Kegiatan Guru

SMKN Jenawi Gelar Socio Cultural Capacity Building, Wujudkan Generasi Berkarakter Tanpa Bullying
26 May 2026 Andi Saputro
SMKN Jenawi Gelar Socio Cultural Capacity Building, Wujudkan...
SMKN Jenawi menyelenggarakan kegiatan Socio Cultural Capacity Building dengan tema “Tanpa Bullying Kita Wujudkan Kerjasama dan Menumbuhkan Disiplin serta Menanamkan Karakter” pada Senin, 25 Mei 2026 di Tahura KGPAA Mangkunagoro. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X dan XI sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap kerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan, serta membangun karakter positif di kalangan peserta didik tanpa adanya perilaku bullying. Melalui kegiatan luar ruang yang edukatif dan menyenangkan, siswa diajak untuk belajar menghargai perbedaan karakter, membangun empati, serta memperkuat rasa kebersamaan. Kegiatan diawali dengan pembentukan kelompok yang terdiri dari siswa dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Dalam setiap kelompok, peserta dilatih untuk membangun komunikasi, kepercayaan, dan kerja sama tim sebelum memasuki berbagai tantangan pada setiap pos kegiatan. Dengan semangat kebersamaan, para siswa saling membantu dalam menyelesaikan berbagai permainan dan tantangan yang telah disiapkan. Berbagai aktivitas outbound yang menarik turut memeriahkan kegiatan ini, seperti permainan halang rintang, menyebrang pulau, lompat pulau, tebak kata, hingga merayap koloni. Setiap permainan dirancang untuk melatih kemampuan berpikir, strategi, ketangkasan, kepemimpinan, serta kekompakan antara anggota kelompok. Suasana penuh semangat, tawa, dan antusiasme terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak hanya menjadi sarana rekreasi edukatif, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar sosial yang bermakna bagi siswa. Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak dapat dicapai sendiri, melainkan melalui kerja sama, saling percaya, dan komunikasi yang baik antar anggota tim. Kepala SMKN Jenawi, Andi Saputro, S.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan Socio Cultural Capacity Building menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik yang tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. “Sekolah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan sikap hidup peserta didik. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan, saling menghargai, disiplin, dan membangun lingkungan sekolah yang bebas dari bullying,” ujar Andi Saputro, S.Kom. Melalui kegiatan ini, SMKN Jenawi berharap seluruh peserta didik mampu membawa nilai-nilai positif yang telah dipelajari ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Semangat kerja sama, kepedulian, dan karakter baik diharapkan menjadi budaya positif yang terus tumbuh di SMKN Jenawi. “Karakter yang kuat lahir dari kebersamaan, kepedulian, dan keberanian untuk saling mendukung tanpa menjatuhkan.”
Capacity Building SMK Negeri Jenawi: Meniti Bambu, Membangun Mental dan Kebersamaan
25 May 2026 Mariya Ervina Susanti
Capacity Building SMK Negeri Jenawi: Meniti Bambu, Membangun...
SMK Negeri Jenawi kembali menggelar kegiatan pengembangan karakter melalui program Capacity Building yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 25 Mei 2026 di kawasan Tahura Ngargoyoso. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, karyawan, serta siswa kelas X dan XI dengan penuh semangat dan antusiasme. Suasana alam yang sejuk dan asri menjadi tempat yang tepat untuk membangun kekompakan sekaligus melatih mental peserta. Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah meniti bambu sebagai bagian dari halang rintang yang menantang keberanian, konsentrasi, dan kerja sama tim. Para peserta diajak untuk melewati berbagai rintangan dengan tetap menjaga keseimbangan dan fokus. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran karakter yang menyenangkan dan berkesan. Melalui kegiatan Capacity Building ini, sekolah bertujuan untuk melatih mental, kedisiplinan, kemandirian, serta kreativitas siswa dalam menghadapi tantangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara guru, karyawan, dan siswa sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan penuh semangat kebersamaan. Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta terlihat sangat antusias dan menikmati setiap rangkaian acara. Gelak tawa, semangat, dan kekompakan tampak menghiasi kegiatan dari awal hingga akhir. Dengan suasana yang meriah, peserta mampu menunjukkan kerja sama yang baik serta saling mendukung satu sama lain dalam menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan. Melalui kegiatan ini, SMK Negeri Jenawi berharap seluruh siswa dapat menjadi pribadi yang lebih tangguh, disiplin, mandiri, dan percaya diri dalam menghadapi masa depan. Semangat kebersamaan dan pengalaman berharga yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus tertanam dan menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik di kemudian hari.
Sosio Kultural Capacity Buldiing SMK Negeri n
25 May 2026 Setyo Purnomo, S.Pd.
Sosio Kultural Capacity Buldiing SMK Negeri n
Siswa SMK Negeri Jenawi Ikuti Kegiatan Outbound di Tahura Ngargoyoso Karanganyar — Seluruh siswa kelas X dan XI SMK Negeri Jenawi mengikuti kegiatan outbound yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Tahura Ngargoyoso pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan, kedisiplinan, serta membangun karakter siswa melalui berbagai aktivitas edukatif dan permainan kerja sama tim. Kegiatan outbound diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta sejak pagi hari. Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibimbing langsung oleh fasilitator dan trainer outbound dari bapak ibu guru serta karyawan SMK Negeri Jenawi. Berbagai permainan kelompok, tantangan kekompakan, dan kegiatan motivasi diberikan untuk melatih komunikasi, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan siswa. Selain sebagai sarana pembelajaran di luar kelas, kegiatan outbound juga menjadi momen mempererat hubungan antar siswa maupun antara siswa dengan guru. Suasana kebersamaan dan semangat terlihat selama kegiatan berlangsung di kawasan alam Tahura Ngargoyoso yang sejuk dan asri. Setyo Purnomo,S.Pd salah satu guru SMK Negeri Jenawi dan sekaligus salah satu instruktur outbond menyampaikan bahwa kegiatan outbound merupakan bagian dari pembinaan karakter siswa agar lebih disiplin, mandiri, dan mampu bekerja sama dalam tim. “Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat memiliki semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan karakter positif yang nantinya dapat diterapkan baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Kegiatan outbound ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi bersama. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat hingga acara selesai.
Kesempatan Emas Berkarier Bersama PT Kemilau Indah Permana, Terbuka untuk Lulusan SMA/SMK
24 May 2026 Haryanti, S.Pd.
Kesempatan Emas Berkarier Bersama PT Kemilau Indah Permana,...
Kabar baik bagi para pencari kerja, khususnya lulusan SMA/SMK di wilayah Karanganyar, Sukoharjo, dan sekitarnya. PT Kemilau Indah Permana (KIP), perusahaan bergerak di bidang Woven Bag Manufacturer, saat ini kembali membuka kesempatan kerja untuk beberapa posisi operator produksi. Lowongan ini menjadi peluang menarik bagi para lulusan baru (fresh graduate) maupun yang telah memiliki pengalaman kerja untuk bergabung dan berkembang bersama perusahaan industri yang terus berkembang tersebut. Adapun posisi yang sedang dibuka meliputi: Operator Extruder Operator Loom Operator Printing Penempatan kerja berada di wilayah Karanganyar dan Sukoharjo dengan lingkungan kerja profesional dan peluang pengembangan keterampilan kerja industri. Perusahaan membuka kesempatan luas bagi lulusan SMA/SMK semua jurusan. Selain itu, pelamar diharapkan memiliki sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta siap bekerja secara shift dan berorientasi pada target kerja. Bagi pelamar yang memiliki pengalaman sebagai operator produksi akan menjadi nilai tambah. Namun demikian, bagi lulusan baru tetap dipersilakan untuk melamar dan mencoba kesempatan berkarier di dunia industri. Pihak perusahaan berharap kehadiran lowongan kerja ini dapat membantu masyarakat dan generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Dengan semangat kerja dan kemauan belajar yang tinggi, kesempatan untuk berkembang di dunia industri terbuka lebar. Lamaran dan CV dapat dikirim melalui email perusahaan sesuai posisi yang dilamar. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui kontak resmi yang telah disediakan oleh perusahaan. Jangan lewatkan kesempatan ini. Persiapkan diri, lengkapi berkas lamaran terbaik, dan jadilah bagian dari PT Kemilau Indah Permana untuk meraih masa depan karier yang lebih cerah.
Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah, Tanggung Jawab Kita Bersama !
23 May 2026 INDRATAMA ADI PRAYOGA
Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah, Tanggung Jawab Kita Bersama...
Sekolah ibarat rumah kedua, Ia bukan hanya sekadar bangunan, dan ruang kelas, akan tetapi tempat bertumbuh bagi seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Sekolah adalah tempat di mana kita menghabiskan sebagian besar waktu untuk belajar, bermain, dan berinteraksi dengan sesama warga sekolah. Oleh karena itu, menciptakan atmosfer yang nyaman dengan cara merawat, menata, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah merupakan hal yang sangat penting dan menjadi tanggung jawab kita bersama. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan otak, tetapi juga membentuk hati dan perilaku yang bertanggung jawab. Salah satu nilai penting yang harus ditanamkan sejak di sekolah adalah kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan tempat tinggal. Pengetahuan tentang menjaga lingkungan akan menjadi sia-sia jika tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Sering kali kita melihat ketika ada masalah lingkungan seperti saluran air tersumbat sampah, sampah menumpuk, atau lingkungan taman yang kurang tertata. Yang muncul justru sikap saling menyalahkan. Ada yang menyalahkan warga lain, menyalahkan petugas kebersihan, atau bahkan menyalahkan pemerintah. Padahal, menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah, apalagi memperbaiki keadaan. Menunjuk jari hanya membuang waktu dan membuat masalah semakin menumpuk tanpa ada solusi nyata. Semangat bersekolah seharusnya membuat kita semakin sadar dan peka. Ilmu yang didapat di sekolah mengajarkan kita bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban semua orang, dimulai dari diri sendiri. Daripada sibuk mencari siapa yang salah, jauh lebih bermanfaat jika kita bergerak memberikan solusi nyata. Berawal dari hal tersebut, Kami bergerak membentuk Tim Lingkungan Hidup yang bertujuan bukan hanya mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan sekolah, namun hal ini merupakan bentuk nyata dari sikap ikut memiliki. Sehingga tergerak untuk memikirkan cara pengelolaan sampah dan mengajak murid untuk terlibat dalam aksi nyata tersebut. Tim Lingkungan Hidup terdiri dari guru dan petugas kebersihan, serta murid yang melaksanakan piket di hari selasa, rabu, dan kamis pada setiap minggunya secara bergiliran sehingga semua merasakan langsung bagaimana mengelola kebersihan lingkungan sekolah dengan baik. Kerja Tim Lingkungan hidup diawali dari breafing pagi, kemudian melakukan penyisiran tempat-tempat sampah yang ada di lingkungan sekolah, memilah sampah sesuai dengan kelompoknya untuk nantinya bisa dimanfaatkan ulang atau di daur ulang. Dan kalua ada sampah yang tidak bisa di daur ulang maka akan dibakar agar tidak menumpuk dan menimbulkan kesan kumuh di lingkungan sekolah. Ketika kita peduli dan bertindak, kita menjadi teladan bagi orang lain. Sikap ini akan menular dan membentuk budaya hidup bersih dan lestari di masyarakat. Ingatlah, kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari jadikan ilmu dari sekolah sebagai bekal untuk berkontribusi menjaga bumi, bukan sekadar menjadi alasan untuk saling menuding tanpa tindakan.
Flashcard Innovation: Media Pembelajaran Interaktif untuk Generasi Z Belajar Cepat, Aktif, dan Menyenangkan
22 May 2026 MIRA UMIGA
Flashcard Innovation: Media Pembelajaran Interaktif untuk Generasi Z...
Perkembangan teknologi dan perubahan gaya belajar peserta didik di era modern menuntut guru untuk lebih kreatif dalam memilih media pembelajaran. Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh berdampingan dengan teknologi digital, internet, dan informasi yang serba cepat. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang monoton dan hanya berpusat pada guru sering kali membuat siswa mudah merasa bosan dan kurang tertarik mengikuti pelajaran. Salah satu inovasi media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat dan keaktifan siswa adalah flashcard. Flashcard merupakan kartu pembelajaran yang berisi gambar, kata, simbol, maupun informasi singkat yang dirancang untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah dan cepat. Media ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Penggunaan flashcard menjadi semakin relevan bagi Generasi Z karena media ini mengutamakan visualisasi, kecepatan informasi, serta aktivitas belajar yang tidak membosankan. Flashcard dapat digunakan pada berbagai mata pelajaran, termasuk pendidikan umum maupun kejuruan seperti teknik otomotif, teknologi informasi, bahasa, dan sains. Link Praktik Baik : Flashcard Innovation: Media Pembelajaran Interaktif untuk Generasi Z Belajar Cepat, Aktif, dan Menyenangkan https://drive.google.com/file/d/1omQGDc6mi-9__i6fHD77knF3WmRzREeT/view?usp=sharing
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  Dorong Pelestarian Warisan Leluhur
22 May 2026 Jari Purwanto, S.Pd.H.
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dorong Pelestarian Warisan...
SMKN Jenawi – Suasana ruang kelas X SMK Negeri Jenawi pada Jumat, 22 Mei 2026 terasa berbeda. Bukan sekadar mendengarkan ceramah guru, para siswa justru sibuk berdiskusi, mencari data, dan merancang solusi kreatif. Mereka sedang mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) yang berfokus pada materi melestarikan peninggalan Hindu di wilayah sekitar, seperti Candi Ceto, Candi Sukuh, dan Candi Kethek. Pembelajaran kali ini mengusung masalah nyata yang sangat relevan: maraknya tindakan vandalisme terhadap bangunan candi. Alih-alih hanya membahas teori, guru bertindak sebagai fasilitator yang memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis, menganalisis akar masalah, serta menemukan solusi yang tepat. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kemampuan pemecahan masalah secara sistematis dan logis, sekaligus mendorong keaktifan serta kemandirian belajar para peserta didik. Dalam prosesnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka didorong untuk mencari informasi dari berbagai sumber, berdiskusi dengan penuh semangat, dan menyampaikan pendapat dengan saling menghargai. Hasilnya? Sejumlah solusi kreatif lahir dari tangan mereka, mulai dari membuat rancangan poster digital yang mengajak masyarakat menjaga candi, artikel edukatif tentang pentingnya pelestarian, hingga vlog yang mengangkat kisah dan nilai sejarah di balik candi-candi tersebut. Pendekatan ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih bermakna, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kreativitas siswa dalam menemukan berbagai alternatif solusi. Yang menarik, pembelajaran dengan PBL ini berhasil menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Siswa tidak hanya belajar tentang peninggalan Hindu, tetapi juga sadar bahwa mereka memiliki peran aktif dalam menjaganya. Kerja sama tim, komunikasi yang efektif, dan kemampuan berpikir inovatif pun terasa semakin terasah dalam diri setiap siswa. Pendekatan ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berpusat pada guru, tetapi dapat menjadi pengalaman bermakna yang membekas dan membentuk karakter siswa untuk peduli terhadap warisan budaya bangsa. Yuk kita lestarikan wariasan budaya bangsa!
Bentuk Karakter dan Pacu Prestasi, Siswa Siswi SMKN Jenawi Ikuti Pembinaan Wali Kelas
22 May 2026 Dyah Saptorini, S.Pd
Bentuk Karakter dan Pacu Prestasi, Siswa Siswi SMKN...
JENAWI – Menjadi pribadi yang berkarakter unggul dan berprestasi cemerlang adalah impian setiap pelajar. Demi mewujudkan hal tersebut, siswa-siswi SMK Negeri Jenawi mengikuti kegiatan Pembinaan Wali Kelas yang berlangsung dengan khidmat. Kegiatan yang dilaksanakan langsung di ruang kelas ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk merefleksikan diri sekaligus merencanakan target akademik yang lebih baik ke depan. Sebagai ujung tombak pendidikan di kelas, wali kelas hadir memberikan arahan, motivasi, serta dukungan penuh terhadap perkembangan karakter dan akademik siswa. Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada nilai-nilai di atas kertas, tetapi juga menyentuh aspek-aspek krusial dalam kehidupan sehari-hari remaja sekolah. Kedisiplinan, etika sopan santun, keaktifan dalam proses belajar, hingga pengelolaan kelas yang kondusif menjadi poin-poin utama yang ditekankan dalam pertemuan bermakna ini. Proses pembinaan ini didesain secara humanis melalui berbagai pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan siswa. Selain sesi tatap muka secara klasikal di dalam kelas, wali kelas juga membuka ruang untuk konseling individu bagi siswa yang memerlukan perhatian khusus atau ingin berkonsultasi mengenai hambatan belajarnya. Tidak berhenti di situ, komunikasi kolaboratif dengan orang tua siswa juga terus dijalin demi menyelaraskan pendidikan di sekolah dan di rumah, didukung penuh oleh kerja sama sinergis dengan manajemen sekolah agar seluruh kebijakan berjalan optimal. Kegiatan pembinaan seperti ini menjadi fondasi yang sangat kuat dalam mendampingi tumbuh kembang siswa di masa-masa awal masa putih-abu-abu. Melalui pendampingan akademik yang intensif dan penyelesaian masalah (problem solving) yang solutif, siswa diharapkan tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan belajar di jenjang SMK yang dinamis. Melalui pembinaan yang konsisten ini, terselip harapan besar agar seluruh siswa siswi SMKN Jenawi mampu tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia. Semoga motivasi yang telah ditanamkan hari ini dapat meletupkan semangat baru bagi para siswa untuk terus mengukir prestasi, menjaga kedisiplinan, dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar SMK Negeri Jenawi. Selamat belajar dan teruslah bersinar, generasi masa depan!
Supervisi Kelas SMKN Jenawi Dorong Pembelajaran Inovatif dan Reflektif
22 May 2026 Andi Saputro
Supervisi Kelas SMKN Jenawi Dorong Pembelajaran Inovatif dan...
SMK Negeri Jenawi terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kegiatan Supervisi Kelas yang dilaksanakan selama periode 18–22 Mei 2026 di ruang kelas SMKN Jenawi. Kegiatan ini melibatkan Kepala Sekolah, Andi Saputro, S.Kom, bersama seluruh guru sebagai bagian dari upaya membangun budaya pembelajaran yang profesional, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Supervisi kelas dilaksanakan secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sebelum pelaksanaan supervisi tatap muka, para guru terlebih dahulu melakukan asesmen mandiri melalui instrumen supervisi yang telah disediakan. Guru kemudian mengunggah perangkat dan berkas pembelajaran sebagai bahan refleksi dan penguatan proses supervisi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan observasi pembelajaran di kelas serta sesi umpan balik antara supervisor dan guru. Kegiatan supervisi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru, memperkuat kualitas proses pembelajaran di kelas, serta mendorong guru agar terus mengembangkan metode mengajar yang kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, supervisi juga menjadi sarana refleksi bersama dalam menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Dalam pelaksanaannya, kegiatan supervisi berlangsung dengan suasana positif dan penuh semangat kolaboratif. Banyak ide-ide baru muncul dari para guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran di kelas. Tidak hanya itu, berbagai teknik mengajar yang kreatif dan inovatif juga terlihat selama proses pembelajaran berlangsung. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru-guru SMK Negeri Jenawi terus berupaya memberikan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik. Kepala SMK Negeri Jenawi, Andi Saputro, S.Kom, menyampaikan bahwa supervisi bukanlah kegiatan untuk mencari kekurangan guru, melainkan sebagai ruang belajar bersama untuk saling menguatkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. “Supervisi kelas adalah bagian dari proses bertumbuh bersama. Guru hebat adalah guru yang terus belajar, terbuka terhadap refleksi, dan berani mencoba inovasi baru demi pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa,” ujar Andi Saputro, S.Kom. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap tercipta budaya akademik yang semakin kuat, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan masa kini. Dengan semangat refleksi dan inovasi, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kegiatan supervisi kelas ini menjadi langkah nyata SMK Negeri Jenawi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang terus bergerak maju menuju pembelajaran yang lebih berkualitas dan inspiratif. “Pendidikan yang baik lahir dari guru yang terus belajar, terus bergerak, dan terus menginspirasi.”
SMKN Jenawi Selenggarakan Workshop Problem Based Learning Berbasis Pembelajaran Mendalam
22 May 2026 Andi Saputro
SMKN Jenawi Selenggarakan Workshop Problem Based Learning Berbasis...
SMKN Jenawi kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui Workshop Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026 di Ruang Meeting SMKN Jenawi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru dengan penuh semangat dan antusiasme. Workshop diselenggarakan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kepala SMKN Jenawi, Andi Saputro, S.Kom, menyampaikan bahwa guru perlu memahami dan mempraktikkan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, serta mampu memecahkan masalah nyata. Oleh karena itu, workshop ini tidak hanya memberikan materi secara teoritis, tetapi juga langsung mengimplementasikan sintak Problem Based Learning dalam proses pelatihannya. Melalui pendekatan tersebut, peserta workshop merasakan langsung bagaimana tahapan PBL diterapkan mulai dari orientasi masalah, pengorganisasian peserta, penyelidikan, penyusunan solusi, hingga presentasi dan refleksi hasil pembelajaran. Andi Saputro, S.Kom ingin memberikan contoh nyata bagaimana pembelajaran Problem Based Learning seharusnya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga guru dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam dan aplikatif. Selama kegiatan berlangsung, suasana workshop tampak hidup dan interaktif. Para guru aktif berdiskusi, berkolaborasi dalam kelompok, menyusun rancangan pembelajaran, hingga mempresentasikan hasil pemikiran mereka. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi yang dikemas secara menarik dan reflektif.
Coaching Perencanaan Blog Guru SMKN Jenawi, Langkah Maju Menuju Website Sekolah yang Informatif dan Inspiratif
22 May 2026 Ika Mustika, S.Kom
Coaching Perencanaan Blog Guru SMKN Jenawi, Langkah Maju...
SMK Negeri Jenawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas layanan informasi dan pembelajaran berbasis digital melalui kegiatan Coaching Perencanaan Blog Guru Website SMKN Jenawi. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 tersebut dilaksanakan di Ruang Kepala Sekolah dengan melibatkan admin website sekolah bersama Kepala Sekolah SMKN Jenawi. Kegiatan coaching ini bertujuan untuk membantu, membimbing, serta mengembangkan blog guru agar dapat menjadi media informasi dan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan bermanfaat. Melalui pengembangan blog guru, diharapkan setiap pendidik mampu membagikan materi, karya, maupun berbagai informasi pendidikan secara lebih luas kepada peserta didik dan masyarakat. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, kegiatan berlangsung dengan diskusi serta perencanaan yang terarah mengenai pengelolaan konten website dan blog guru. Antusiasme guru dan karyawan terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi bukti bahwa semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital semakin tumbuh di lingkungan SMKN Jenawi. Kepala Sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan website sekolah sebagai salah satu sarana peningkatan kualitas pendidikan dan citra sekolah di era digital. Dengan adanya coaching ini, diharapkan blog guru tidak hanya menjadi pelengkap website sekolah, tetapi juga mampu menjadi wadah inspirasi, kreativitas, dan inovasi pembelajaran. Melalui kegiatan ini, SMKN Jenawi berharap seluruh guru semakin termotivasi untuk aktif berkarya dan memanfaatkan teknologi secara positif dalam dunia pendidikan. Semoga semangat kolaborasi dan pengembangan digital ini terus membawa kemajuan bagi sekolah serta memberikan manfaat yang luas bagi seluruh warga SMKN Jenawi.