Icon
Mitra Industri SMK Negeri Jenawi
SMK Negeri Jenawi

Informasi Kegiatan Guru

Capacity Building 2026 SMKN Jenawi: Menjalin Kekompakan dan Menanamkan Karakter melalui Kebersamaan di Alam Terbuka
26 May 2026 Devina Puspita Sari, S.I.Pust
Capacity Building 2026 SMKN Jenawi: Menjalin Kekompakan dan...
SMK Negeri Jenawi kembali menggelar kegiatan positif bertajuk Kegiatan Sosial Kultural Capacity Building 2026 pada Senin, 25 Mei 2026, bertempat di Tahura KGPAA Mangkunegoro. Kegiatan outbound bersama ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga pendidik, karyawan, serta siswa kelas X dan XI. Melalui kegiatan ini, SMKN Jenawi berupaya mewujudkan kerja sama yang solid, menumbuhkan kedisiplinan, serta menanamkan karakter positif di lingkungan sekolah tanpa adanya bullying. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMK Negeri Jenawi, Bapak Andi Saputro, S.Kom, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun karakter melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan penuh makna. Suasana berlangsung khidmat saat seluruh peserta mengikuti arahan pembukaan, yang kemudian dilanjutkan dengan senam bersama sebagai bentuk penyegaran sekaligus membangun semangat kebersamaan sejak awal kegiatan. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang telah diacak. Pembagian ini bertujuan agar siswa dapat saling mengenal lebih dekat, menjalin komunikasi, serta melatih kekompakan dengan teman-teman dari kelas yang berbeda. Berbagai permainan seru pun dilaksanakan, seperti pesan berantai, lompat zig-zag, merayap, hingga menyeberangi “pulau”. Setiap pos kegiatan dipandu oleh bapak dan ibu guru serta tenaga pendidik yang berkolaborasi sebagai trainer, sehingga kegiatan berjalan terarah, edukatif, dan penuh antusiasme. Keindahan alam Tahura KGPAA Mangkunegoro turut menambah kesan mendalam dalam kegiatan ini. Suasana yang tenang, rindangnya pepohonan, gemericik air, serta kabut tipis yang menghiasi area kegiatan menciptakan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan. Gelak tawa, semangat kebersamaan, serta rasa saling mendukung tampak begitu kuat di antara seluruh peserta hingga kegiatan ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Melalui kegiatan Capacity Building 2026 ini, diharapkan seluruh keluarga besar SMKN Jenawi semakin kompak, saling menghargai, dan mampu membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari bullying. Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan menjadi bekal berharga untuk terus melangkah maju, menciptakan generasi berkarakter, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menguji Presisi di Ujung Cahaya: Catatan Supervisi Praktik Fusion Splicing Kelas XI TJKT SMKN Jenawi
26 May 2026 Ixnu Subextyo
Menguji Presisi di Ujung Cahaya: Catatan Supervisi Praktik...
KARANGANYAR — Menit demi menit berlalu di ruang kelas XI Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi (TJAT) SMK Negeri Jenawi pada Selasa pagi. Memasuki jam pelajaran ke-3 dan ke-4, atmosfer ruang kelas berubah menjadi laboratorium kerja yang penuh konsentrasi. Bukan lagi sekadar mendengarkan paparan teori komputasi, hari itu para siswa ditantang untuk menjinakkan teknologi masa kini: Jaringan FTTx (Fiber to the x). Kegiatan ini bukan aktivitas akademik biasa. Di sudut ruangan, mengamati dengan saksama, hadir Bapak Eko Mei Shodiq S.S., S.Kom. selaku supervisor sekolah. Kehadirannya di sana adalah untuk mengawal kualitas implementasi Kurikulum Merdeka melalui proses supervisi guru, memastikan bahwa Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) benar-benar membumi dan dieksekusi secara presisi. Melompat dari Teori Menuju Implementasi Nyata Fokus supervisi kali ini tertuju pada Capaian Pembelajaran (CP) 3.2: Memahami konsep dan implementasi konfigurasi jaringan FTTx. Targetnya tidak main-main. Peserta didik tidak hanya dituntut tahu secara kognitif, melainkan harus mampu melakukan instalasi hingga proses troubleshooting pada jaringan berbasis serat optik. Papan tulis dan presentasi digital digeser. Sebagai gantinya, meja-meja praktik dipenuhi dengan perangkat-perangkat krusial. Hari itu, para siswa kelas XI TJKT diuji kemampuannya dalam Teknik Penyambungan Serat Optik (Drop Core) Menggunakan Fusion Splicer. Di sinilah letak ujian mental yang sesungguhnya. Serat optik bukanlah kabel tembaga biasa yang bisa disambung dengan pelintiran tangan. Kita sedang berbicara tentang sehelai kaca super tipis seukuran rambut manusia, tempat di mana data dan informasi mengalir dalam bentuk propagasi gelombang cahaya. Detik-Detik Krusial di Depan Fusion Splicer Mengamati jalannya praktik di bawah supervisi Pak Eko Mei Shodiq memberikan pemandangan yang menarik. Ada ketegangan yang positif di wajah para siswa. Tangan mereka harus stabil saat melakukan stripping (pengupasan kulit drop core), jemari mereka harus presisi saat melakukan cleaving (pemotongan inti kaca), dan fokus mereka harus penuh saat meletakkan serat optik ke dalam V-groove mesin Fusion Splicer. Ketika penutup mesin ditutup dan busur api listrik (arc) meleburkan kedua ujung serat optik, layar monitor kecil di mesin itu menjadi pusat semesta bagi kelompok yang sedang praktik. Apakah sambungannya lurus? Berapa besar loss (redaman) yang dihasilkan? Apakah proses penyambungan berhasil, atau mereka harus memotong dan mengulangnya dari awal? Di titik inilah supervisi menemukan esensinya. Pak Eko Mei Shodiq tidak hanya melihat hasil akhir, melainkan memantau bagaimana guru bidang studi mengarahkan siswa, bagaimana SOP keselamatan kerja ditegakkan, dan bagaimana para siswa mengatasi masalah (troubleshooting) ketika hasil penyambungan tidak sesuai standar industri. "Pendidikan vokasi yang hebat tidak diukur dari seberapa tebal buku teks yang dihafal siswa, melainkan dari seberapa terampil jemari mereka mengeksekusi teknologi standar industri. Di kelas XI TJKT hari ini, kita melihat cikal bakal teknisi masa depan," ujar sebuah catatan refleksi dari proses supervisi tersebut. Menyiapkan Teknisi Masa Depan yang Adaptif Jaringan FTTx adalah tulang punggung internet cepat yang kita nikmati hari ini di rumah-rumah dan perkantoran. Dengan melatih siswa menggunakan Fusion Splicer secara langsung, SMK Negeri Jenawi sedang memastikan bahwa lulusannya tidak menjadi penonton di era digitalisasi, melainkan menjadi pelaku utama. Supervisi yang dilakukan oleh Bapak Eko Mei Shodiq S.S., S.Kom. pada jam ke-3 dan ke-4 ini menegaskan satu hal: SMKN Jenawi terus menjaga komitmennya. Mereka memastikan bahwa apa yang tertulis di dokumen Alur Tujuan Pembelajaran, benar-benar menjelma menjadi kompetensi nyata yang siap diadu di dunia kerja. Hari itu, dari seutas kabel drop core dan kilatan mesin fusion splicer, sebuah standar mutu pendidikan berhasil dijaga. (***)
Menembus Batas di Lereng Lawu: Menakar Esensi Kepemimpinan SMK Negeri Jenawi Lewat Sosiokultural Capacity Building 2026
26 May 2026 Ixnu Subextyo
Menembus Batas di Lereng Lawu: Menakar Esensi Kepemimpinan...
KARANGANYAR — Karakter tidak lahir dari ruang kelas yang tenang, melainkan ditempa di tengah riuh rendah tantangan nyata. Narasi itulah yang coba diukir oleh SMK Negeri Jenawi melalui agenda besar Sosiokultural Capacity Building 2026. Berlokasi di kawasan hijau berudara sejuk, Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunegoro I, Karanganyar, perhelatan yang digelar pada Senin, 25 Mei 2026 ini bukan sekadar pelesir massal. Ini adalah ruang inkubasi bagi generasi masa depan. Diikuti oleh ratusan siswa-siswi kelas X dan XI dari tiga kompetensi keahlian yang berbeda—Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Teknik Otomotif (TO)—kegiatan ini melebur ego sektoral. Mereka ditantang untuk meruntuhkan sekat-sekat jurusan demi satu tujuan: membangun kapasitas sosio-kultural yang kokoh. Lima Titik Tempa, Satu Visi Karakter Untuk menguji ketahanan mental dan kerja sama tim, para peserta harus menaklukkan 5 pos outbound strategis yang tersebar di area Tahura. Setiap pos dirancang bukan sekadar untuk bersenang-senang, melainkan membawa filosofi mendalam tentang dinamika kelompok dan pemecahan masalah. Namun, jika kita mencari di mana letak ujian kepemimpinan dan komunikasi yang paling krusial, pandangan harus tertuju pada Pos 2. Pos 2: Jembatan Pikiran dalam Permainan Strategi "Menyeberangi Pulau" Di Pos 2, atmosfer berubah menjadi lebih intens. Di sinilah simulasi kehidupan yang sebenarnya dimulai lewat permainan strategi bertajuk "Menyeberangi Pulau". Konsepnya sederhana namun menjebak: sekelompok siswa harus berpindah dari satu titik aman ke titik lain dengan sumber daya yang sangat terbatas. Salah melangkah, seluruh tim menanggung akibatnya. Di sinilah letak ujian sesungguhnya. Permainan ini seketika menelanjangi bagaimana ego individu bisa menghancurkan kelompok, atau bagaimana sebuah kepercayaan (trust) mampu membawa tim menuju kemenangan. Ada pemandangan menarik yang terekam di Pos 2: Anak-anak AKL yang biasa rigid dengan hitungan, dipaksa mengambil risiko cepat. Siswa TJKT yang terbiasa dengan logika sistem, harus beradaptasi dengan variabel emosi manusia yang tak terprediksi. Remaja TO yang identik dengan kekuatan fisik dan teknis, ditantang untuk menurunkan intonasi bicara demi merumuskan strategi bersama. Di pos ini, kita melihat sebuah miniatur masyarakat. Menyeberangi pulau bukan lagi soal memindahkan kaki, melainkan soal bagaimana menyelaraskan frekuensi pikiran. Siapa yang menjadi pemimpin yang mendengarkan, dan siapa yang menjadi pengikut yang taat pada sistem? Semua terjawab di Pos 2. "Di Pos 2 ini, kami tidak sedang bermain-main. Kami sedang belajar bahwa secerdas apa pun kamu di jurusanmu, kamu tidak akan pernah bisa 'menyeberangi pulau' kesuksesan di masa depan jika berjalan sendirian. Kolaborasi adalah kunci," ujar salah satu fasilitator di Pos 2. Catatan Akhir: Bukan Sekadar Angka dan Jurusan Saat matahari mulai bergeser di atas Tahura KGPAA Mangkunegoro I, kegiatan ini berakhir. Namun, pelajaran yang tertinggal di tanah Karanganyar hari itu diharapkan terus melekat. SMK Negeri Jenawi tampaknya paham betul bahwa tantangan dunia kerja tahun 2026 dan seterusnya tidak lagi hanya butuh manusia-manusia yang mahir memegang kunci pas, menghitung neraca, atau mengonfigurasi jaringan. Dunia hari ini butuh manusia yang memiliki kecerdasan kultural, adaptif, dan mampu bekerja sama dalam tim yang heterogen. Melalui Sosiokultural Capacity Building ini, SMKN Jenawi tidak hanya sedang mendidik siswa untuk lulus ujian, melainkan sedang mempersiapkan para pemimpin masa depan yang siap menyeberangi ketidakpastian zaman.
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, SMKN Jenawi Gelar Supervisi Kelas Mata Pelajaran Informatika
26 May 2026 REZZY MEGA PANGASTIKA
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, SMKN Jenawi Gelar Supervisi Kelas...
SMKN Jenawi terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui pelaksanaan kegiatan Supervisi Kelas pada mata pelajaran Informatika yang dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2026 di Laboratorium 1 SMKN Jenawi. Kegiatan ini melibatkan peserta didik kelas X TJKT 2 sebagai bagian dari proses pembelajaran yang diamati secara langsung guna mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Supervisi kelas merupakan salah satu langkah penting dalam membantu, membimbing, serta mengembangkan kemampuan profesional guru agar semakin optimal dalam melaksanakan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru dapat terus meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga hasil belajar peserta didik menjadi lebih baik, efektif, dan bermakna. Pelaksanaan supervisi diawali dengan pengisian instrumen asesmen mandiri oleh supervisee sebagai bentuk refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. Setelah itu, supervisee melakukan koordinasi bersama supervisor untuk menentukan pelaksanaan supervisi kelas. Dalam kegiatan observasi tersebut, berbagai aspek pembelajaran diperhatikan, mulai dari metode mengajar, pengelolaan kelas, interaksi dengan peserta didik, hingga penggunaan media pembelajaran yang mendukung proses belajar. Setelah kegiatan supervisi selesai dilaksanakan, supervisee dan supervisor kembali berkoordinasi untuk mendiskusikan hasil supervisi kelas. Diskusi tersebut dilakukan secara terbuka dan konstruktif guna memberikan masukan, evaluasi, serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang. Suasana kegiatan berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh semangat untuk terus berkembang bersama. Melalui kegiatan Supervisi Kelas ini, SMKN Jenawi berharap seluruh guru dapat terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran yang inovatif serta berpusat pada peserta didik. Semoga semangat belajar, berbagi, dan berkembang bersama senantiasa menjadi budaya positif di lingkungan SMKN Jenawi demi menciptakan generasi yang unggul dan berkarakter.
Semangat Kebersamaan Menggema di Tahura Ngargoyoso
26 May 2026 Arditya Dila Handayani
Semangat Kebersamaan Menggema di Tahura Ngargoyoso
Ngargoyoso, 26 Mei 2026 - Suasana penuh semangat, canda tawa, dan kebersamaan terpancar dengan jelas pada kegiatan Sosiokultural Capacity Building SMK Negeri Jenawi Tahun 2026 yang diselenggarakan di Taman Hutan Raya Ngargoyoso. Dengan mengusung tema “Tanpa Bullying Kita Wujudkan Kerjasama, Menumbuhkan Disiplin, serta Menanamkan Karakter”, kegiatan ini berhasil menghadirkan energi positif bagi seluruh peserta. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI, guru, serta tenaga kependidikan dengan jumlah kurang lebih 600 peserta ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarsesama warga sekolah. Sejak pagi hari, peserta tampak antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas menarik, edukatif, dan penuh nilai kebersamaan. Melalui berbagai aktivitas kelompok, peserta diajak untuk membangun kekompakan, saling menghargai, serta menumbuhkan rasa peduli satu sama lain. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana nyata dalam menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif di lingkungan sekolah. Hamparan alam yang sejuk dan asri di kawasan Tahura Ngargoyoso semakin menambah semangat peserta dalam mengikuti kegiatan. Gelak tawa, kerja sama tim, dan interaksi yang hangat menjadi bukti bahwa semangat anti bullying dapat diwujudkan melalui kebersamaan dan saling mendukung. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu membawa nilai-nilai positif tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena sekolah yang hebat bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai.
SMKN Jenawi Hadiri Sosialisasi SPMB 2026, Tegaskan Komitmen Integritas Pendidikan
26 May 2026 Andi Saputro
SMKN Jenawi Hadiri Sosialisasi SPMB 2026, Tegaskan Komitmen...
SMKN Jenawi turut menghadiri kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI yang meliputi Kabupaten Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri. Forum ini menjadi sarana strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat pemahaman terkait pelaksanaan SPMB 2026 yang berintegritas dengan slogan “No Jastip, No Titip”. Sosialisasi diawali dengan pre-test melalui Google Form untuk mengukur pemahaman awal peserta terhadap kebijakan SPMB 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi dan diskusi panel yang membahas regulasi, mekanisme pelaksanaan, serta penguatan sistem pengawasan agar proses penerimaan peserta didik baru berjalan transparan, objektif, dan akuntabel. Kegiatan ditutup dengan post-test sebagai evaluasi akhir pemahaman peserta. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Para kepala sekolah terlibat dalam diskusi mendalam mengenai tantangan implementasi di lapangan sekaligus merumuskan solusi bersama untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB di seluruh satuan pendidikan. Menariknya, pada sesi evaluasi akhir dilakukan apresiasi kepada 10 peserta dengan nilai tertinggi. Kepala SMKN Jenawi, Andi Saputro, S.Kom, berhasil meraih peringkat kedua dan mendapatkan penghargaan langsung dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah, Indri Astuti, S.IP., M.H. Capaian ini menjadi bukti komitmen dalam memahami kebijakan pendidikan secara serius dan berkelanjutan. Kepala SMKN Jenawi, Andi Saputro, S.Kom, menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan SPMB 2026. “SPMB harus menjadi wujud nyata kejujuran, keterbukaan, dan keadilan dalam dunia pendidikan. Integritas adalah kunci utama membangun kepercayaan masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh sekolah di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI semakin solid dalam mewujudkan SPMB yang bersih, transparan, dan terpercaya. SMKN Jenawi berkomitmen untuk terus mendukung transformasi pendidikan yang berorientasi pada mutu dan integritas. “Pendidikan yang berintegritas akan melahirkan generasi yang berkarakter dan dipercaya masyarakat.”
Wujudkan Pembelajaran Bermakna, SMK Negeri Jenawi Gelar Supervisi Kelas Berbasis Deep Learning
26 May 2026 Agus Sumanto,S.Pd
Wujudkan Pembelajaran Bermakna, SMK Negeri Jenawi Gelar Supervisi...
Jenawi – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pedagogik dan menjamin mutu pembelajaran di kelas, SMK Negeri Jenawi melaksanakan kegiatan supervisi akademik pada Jumat, 22 Mei 2026. Fokus utama dalam supervisi kali ini adalah penerapan metode pembelajaran mendalam (Deep Learning) pada mata pelajaran Matematika.Sinergi Guru dan SupervisorKegiatan supervisi ini melibatkan Bapak Agus Sumanto sebagai guru pengampu mata pelajaran Matematika dan Ibu Anik Sulastri, S.Pd. yang bertindak sebagai supervisor. Bertempat di ruang kelas yang kondusif, proses belajar mengajar berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa.Materi yang diangkat dalam pertemuan ini adalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Berbeda dengan metode konvensional yang hanya berfokus pada hafalan rumus, Bapak Agus Sumanto menerapkan pendekatan yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara fundamental dan aplikatif.Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)Dalam sesi tersebut, Bapak Agus Sumanto mengintegrasikan beberapa elemen kunci pembelajaran mendalam, di antaranya:Koneksi Realitas: Siswa diajak memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari melalui model matematika.Diskusi Kolaboratif: Membagi siswa ke dalam kelompok kecil untuk merumuskan penyelesaian dari variabel yang belum diketahui.Refleksi Kritis: Mendorong siswa untuk mempertanyakan "mengapa" sebuah metode eliminasi atau substitusi digunakan, bukan sekadar "bagaimana" cara menghitungnya.Secara matematis, fokus pembelajaran diarahkan pada pemahaman bentuk umum:$$ax + by = c$$$$dx + ey = f$$Siswa diarahkan untuk memvisualisasikan bagaimana dua garis lurus berinteraksi dalam koordinat Kartesius untuk menemukan titik potong sebagai solusi tunggal.Tanggapan SupervisorSeusai pengamatan kelas, Ibu Anik Sulastri, S.Pd. memberikan apresiasi positif terhadap inovasi yang dilakukan. Beliau mencatat bahwa interaksi antara guru dan murid sudah mencerminkan ekosistem belajar yang aktif."Apa yang ditunjukkan oleh Pak Agus hari ini adalah bukti komitmen SMK Negeri Jenawi dalam mengimplementasikan kurikulum yang dinamis. Pembelajaran mendalam pada materi SPLDV membantu siswa mengasah logika berpikir kritis mereka, yang sangat dibutuhkan di dunia kerja nantinya," ujar Ibu Anik Sulastri.Harapan ke DepanKegiatan supervisi ini bukan sekadar penilaian administratif, melainkan sarana refleksi bagi tenaga pendidik untuk saling berbagi praktik baik (best practice). Dengan adanya supervisi yang rutin dan berkualitas, SMK Negeri Jenawi optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan kognitif yang tajam.
Kegiatan Sosiokultural Capacity Building 2026 SMK Negeri Jenawi Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan
26 May 2026 SUWARNO
Kegiatan Sosiokultural Capacity Building 2026 SMK Negeri Jenawi...
Karanganyar – SMK Negeri Jenawi menggelar kegiatan sosiokultural Capacity Building pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh bapak ibu guru, staf tata usaha, serta siswa-siswi kelas X dan XI dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMK Negeri Jenawi, Andi Saputro, S.Kom. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan capacity building sebagai sarana memperkuat solidaritas, kerja sama, dan komunikasi antarsiswa maupun seluruh warga sekolah. Setelah apel pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan senam pemanasan untuk membangun semangat peserta sebelum memasuki sesi permainan. Selanjutnya, panitia membagi peserta ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai permainan inti yang telah disiapkan. Adapun permainan yang dilaksanakan meliputi lompat zig-zag, menyeberangi pulau, jalan rintang, tebak kata, dan merayap. Setiap permainan dirancang untuk melatih kekompakan, strategi, ketangkasan, dan kerja sama tim. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan sorak semangat dan tawa peserta yang menambah keakraban selama acara berlangsung. Setelah seluruh permainan selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan balon sebagai simbol berakhirnya rangkaian permainan dan harapan agar semangat kebersamaan terus terjaga. Acara kemudian diteruskan dengan makan bersama yang diikuti seluruh peserta dalam suasana penuh kekeluargaan. Sebagai penutup, panitia membagikan hadiah kepada kelompok terbaik dan peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Apel penutupan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB dan kembali dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMK Negeri Jenawi Bapak Andi Saputro, S.Kom. Melalui kegiatan sosiokultural capacity building ini, SMK Negeri Jenawi berharap seluruh warga sekolah dapat semakin solid, kompak, dan memiliki semangat kebersamaan dalam mendukung proses pembelajaran maupun kehidupan bermasyarakat.
Pererat Kebersamaan, Keluarga Besar SMK Negeri Jenawi Gelar Capacity Building di Tahura Karanganyar
26 May 2026 Agus Sumanto,S.Pd
Pererat Kebersamaan, Keluarga Besar SMK Negeri Jenawi Gelar...
KARANGANYAR – Guna menyegarkan pikiran sekaligus mempererat tali silaturahmi, keluarga besar SMK Negeri Jenawi mengadakan kegiatan capacity building massal pada Senin (25/5/2026). Bertempat di sejuknya kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I, Ngargoyoso, Karanganyar, acara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta karyawan sekolah. Sejak pagi hari, suasana Tahura yang biasanya tenang berganti riuh oleh canda tawa para peserta. Mengusung tema penguatan kerja sama dan karakter, kegiatan ini dirancang khusus untuk melepas penat dari rutinitas akademis sekaligus membangun kemitraan yang lebih solid antarwarga sekolah. Kepala SMK Negeri Jenawi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rekreasi biasa. "Kami ingin membangun sinergi yang kuat. Di sini tidak ada sekat antara guru, karyawan, maupun siswa. Kita semua adalah satu keluarga besar yang saling mendukung untuk memajukan SMK Negeri Jenawi," ujarnya di sela-sela acara. Berbagai fun games dan simulasi outbound yang melatih kerja sama tim (teamwork), kepemimpinan (leadership), dan komunikasi efektif menjadi menu utama kegiatan. Para siswa tampak berbaur akrab dengan para guru saat menyelesaikan tantangan kelompok yang diberikan oleh instruktur. Dipilihnya Tahura Karanganyar sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Selain udaranya yang bersih dan pemandangan alamnya yang asri di lereng Gunung Lawu, suasana hutan pinus yang rindang sangat mendukung terciptanya atmosfer yang positif dan reflektif bagi seluruh peserta. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang dengan menu khas lereng gunung. Melalui kegiatan capacity building ini, diharapkan seluruh warga SMK Negeri Jenawi kembali ke sekolah dengan semangat baru, energi positif yang penuh, serta komitmen yang lebih kuat untuk terus menorehkan prestasi.
Pembelajaran di Alam yang Banyak Manfaatnya : Pelajaran Hidup di Capacity Building SMK Negeri Jenawi
26 May 2026 Anang Yulianto
Pembelajaran di Alam yang Banyak Manfaatnya : Pelajaran...
Ngargoyoso, Karanganyar — Ketika menikmati udara sejuk di pagi hari dan adanya Gelak tawa, teriakan semangat, dan diskusi penuh strategi terdengar silih berganti di kawasan TAHURA KGPAA Mangkunagoro I saat kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan oleh SMK Negeri Jenawi pada hari senin tanggal 25 mei 2026. Di antara berbagai pos permainan yang disiapkan panitia, terdapat satu tantangan yang paling menyita perhatian peserta, yakni pos “Melampaui Pulau”. Pada pos ini, setiap kelompok yang terdiri dari sekitar 20 hingga 25 siswa hanya diberikan sepuluh lembar kardus yang diibaratkan sebagai “pulau” untuk membantu seluruh anggota menyeberang dari satu titik menuju titik tujuan lainnya. Sekilas permainan tersebut terlihat sederhana, namun di balik kesederhanaannya tersimpan tantangan besar yang menuntut untuk kerja sama menjalin kekompakkan dalam tim, strategi, dan rasa saling percaya diri. Permainan semakin menantang dengan adanya berbagai aturan yang harus dipatuhi peserta. Sehingga peserta Hanya diperbolehkan ada satu pulau yang ditempati bersama oleh laki-laki dan perempuan, sementara pulau lainnya hanya boleh dihuni sesama laki-laki atau sesama perempuan. Tidak boleh ada pulau yang kosong tanpa penghuni, dan jarak antar kardus juga tidak boleh terlalu lebar agar peserta tidak melakukan “lompat kelinci” demi mempercepat perpindahan. Sejak permainan dimulai, suasana langsung berubah menjadi penuh ketegangan sekaligus keseruan. Setiap kelompok tampak sibuk menyusun strategi terbaik. Ada yang berdiskusi dengan tenang, ada pula yang berteriak memberi arahan agar seluruh anggota tetap bergerak bersama. Sesekali terdengar sorakan ketika sebuah kelompok hampir kehilangan keseimbangan atau ketika strategi yang dirancang ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Namun justru dari tantangan itulah para peserta belajar sesuatu yang lebih besar daripada sekadar memenangkan permainan. Mereka belajar bahwa tujuan tidak akan mudah dicapai jika setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Dalam permainan tersebut, satu langkah yang salah dapat menyulitkan seluruh kelompok. Sebaliknya, ketika semua anggota saling mendengar, saling membantu, dan berjalan dengan irama yang sama, rintangan yang terlihat sulit perlahan dapat dilalui bersama. Pos “Melampaui Pulau” bukan hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran tentang arti kebersamaan. Dari selembar kardus sederhana, para siswa belajar bahwa kehidupan membutuhkan strategi, komunikasi, kesabaran, dan kepedulian terhadap orang lain. Tidak semua perjalanan dapat dilalui sendirian, dan tidak semua kemenangan terasa berarti jika harus meninggalkan teman di belakang. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan nyata, manusia akan selalu dihadapkan pada berbagai “pulau” tantangan. Ada saat di mana seseorang harus mengalah demi kepentingan bersama, ada waktu ketika harus memperlambat langkah agar tidak ada yang tertinggal, dan ada momen ketika keberhasilan hanya bisa diraih melalui kerja sama yang tulus. Melalui kegiatan Capacity Building ini, SMK Negeri Jenawi berharap seluruh siswa tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu membangun rasa empati, komunikasi yang baik, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Langkah Serasi, Jiwa Sinergi
26 May 2026 SRI SUDARSI, S.Pd.
Langkah Serasi, Jiwa Sinergi
Satukan Perbedaan, Siswa SMK N Jenawi Selaraskan Jiwa Lewat Capacity Building di Tahura Suasana sejuk Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunegoro I menjadi saksi keseruan ratusan siswa SMK Negeri Jenawi dalam kegiatan "Capacity Building-Sosiokultural" pada Senin, 25 Mei 2026. Mengusung tema "Langkah Serasi Jiwa Sinergi", kegiatan luar ruangan ini dirancang khusus untuk membangun kedekatan, kekompakan, dan menyelaraskan semangat seluruh siswa. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI ini bertujuan utama untuk menyatukan berbagai perbedaan sekaligus menguatkan karakter khas generasi muda yang tangguh. Melalui pendekatan sosiokultural, para siswa diajak untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi, mampu bekerja sama, serta menghargai keberagaman di lingkungan sekolah. Taklukkan Tantangan di Alam Terbuka Sejak pagi hari, antusiasme peserta sudah terasa saat mereka dihadapkan pada berbagai tantangan seru yang telah disiapkan oleh panitia. Jauh dari suasana ruang kelas yang formal, alam bebas Tahura memberikan atmosfer baru yang menantang fisik sekaligus mental. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok lintas kelas untuk menyelesaikan berbagai "games edukatif" yang membutuhkan komunikasi prima, rasa saling percaya, dan strategi yang matang. "Lewat tantangan di alam terbuka seperti ini, ego pribadi perlahan luruh. Kami belajar bahwa untuk mencapai tujuan kelompok, kami harus saling mendengarkan dan melengkapi," ujar salah satu siswa peserta dengan penuh semangat. Menatap Masa Depan dengan Karakter Kuat Melalui momentum "Langkah Serasi Jiwa Sinergi" ini, diharapkan ikatan kekeluargaan antara siswa kelas X dan XI di SMK N Jenawi dapat terjalin semakin erat. Ketika perbedaan bukan lagi menjadi pembatas melainkan sebuah kekuatan, maka lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif pun akan tercipta dengan sendirinya. Mari kita jadikan bekal pengalaman berharga dari Tahura ini sebagai pemantik semangat untuk terus bertumbuh. Selamat berproses, tumbuhlah menjadi pribadi yang berkarakter kuat, dan mari bersama-sama melangkah serasi demi mengukir prestasi terbaik bagi SMK Negeri Jenawi!