Isi Berita / Informasi
Bahasa Jawa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan etika, budi pekerti, dan tatanan sosial masyarakat. Di era modern ini, tantangan dalam menjaga kelestarian pengaplikasian bahasa Jawa yang sesuai dengan konteks sosial (laras) dan kaidah yang benar (leres) semakin besar. Oleh karena itu, Seminar Sehari Bahasa Jawa ini diselenggarakan sebagai wadah edukatif untuk menguatkan kembali pemahaman masyarakat, pendidik, dan generasi muda mengenai pentingnya berbahasa Jawa yang santun sebagai sarana interaksi sosial (pasrawungan bebrayan).Pada kegiatanSeminar Sehari Bahasa Jawa: "Cak-Cakaning Basa Jawi Ingkang Laras Lan Leres Minangka Sarana Pasrawungan Bebrayan". Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu, 8 Juli 2026 Waktu: Pukul 08.00 – 14.00 WIB bertetempat: Gedung PGRI Kabupaten Karanganyar.
Narasumber dan Materi
Kegiatan seminar ini dibagi menjadi dua sesi materi utama yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya:
Sesi Pertama (I)
Narasumber: Drs. Teguh Jatmiko, M.Pd
Fokus Materi: Mengupas tuntas landasan teoritis dan sosiolinguistik mengenai konsep laras (kesesuaian konteks/tempat/situasi) dan leres (kebenaran tata bahasa) dalam penerapan bahasa Jawa sehari-hari.
Sesi Kedua (II)
Narasumber: Bapak H. Budi Widayanto, S.Pd
Fokus Materi: Implementasi praktis, tantangan di lapangan, serta strategi kontekstual dalam menggunakan bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi (pasrawungan) di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas (bebrayan). Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan. Sesi pertama bersama Bapak Drs. Teguh Jatmiko, M.Pd berlangsung interaktif, memberikan pemahaman mendalam tentang tata krama (unggah-ungguh) yang mulai luntur. Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan dengan sesi kedua bersama Bapak H. Budi Widayanto, S.Pd yang membawa suasana segar melalui contoh-contoh praktis dan studi kasus di kehidupan nyata. Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara peserta dan narasumber, sebelum akhirnya ditutup secara resmi pada pukul 14.00 WIB. Seminar ini berjalan dengan lancar dan sukses memicu kesadaran kolektif peserta mengenai pentingnya menjaga mutu komunikasi bahasa Jawa. Melalui pemaparan kedua narasumber, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menerapkan basa Jawi ingkang laras lan leres guna menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan berbudaya di wilayah Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya.
Narasumber dan Materi
Kegiatan seminar ini dibagi menjadi dua sesi materi utama yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya:
Sesi Pertama (I)
Narasumber: Drs. Teguh Jatmiko, M.Pd
Fokus Materi: Mengupas tuntas landasan teoritis dan sosiolinguistik mengenai konsep laras (kesesuaian konteks/tempat/situasi) dan leres (kebenaran tata bahasa) dalam penerapan bahasa Jawa sehari-hari.
Sesi Kedua (II)
Narasumber: Bapak H. Budi Widayanto, S.Pd
Fokus Materi: Implementasi praktis, tantangan di lapangan, serta strategi kontekstual dalam menggunakan bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi (pasrawungan) di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas (bebrayan). Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan. Sesi pertama bersama Bapak Drs. Teguh Jatmiko, M.Pd berlangsung interaktif, memberikan pemahaman mendalam tentang tata krama (unggah-ungguh) yang mulai luntur. Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan dengan sesi kedua bersama Bapak H. Budi Widayanto, S.Pd yang membawa suasana segar melalui contoh-contoh praktis dan studi kasus di kehidupan nyata. Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara peserta dan narasumber, sebelum akhirnya ditutup secara resmi pada pukul 14.00 WIB. Seminar ini berjalan dengan lancar dan sukses memicu kesadaran kolektif peserta mengenai pentingnya menjaga mutu komunikasi bahasa Jawa. Melalui pemaparan kedua narasumber, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menerapkan basa Jawi ingkang laras lan leres guna menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan berbudaya di wilayah Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya.