Isi Berita / Informasi
Ngargoyoso Karanganyar__ SMK Negeri Jenawi mengadakan kegiatan penguatan karakter melalui program Sociocultural Capacity Building yang dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026 di TAHURA KGPAA Mangkunagoro I. Pada pagi yang mendung disertai rintik gerimis dimulai kegiatan apel bersama siswa-siswi dan Guru serta Karyawan SMK N Jenawi yang di pimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMK Negeri Jenawi Bapak Andi Saputro, S.Kom. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap kerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan, serta membangun karakter positif di kalangan peserta didik tanpa adanya perilaku bullying.
kegiatan yang di ikuti oleh seluruh siswa beserta Bapak/Ibu Guru dan Staff ikut berperan aktif sebagai trainer, siswa diajak belajar secara langsung tentang pentingnya kerja sama, komunikasi yang baik, saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan masalah bersama. Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, Peserta didik mengikuti berbagai permainan edukatif, tantangan kelompok, serta aktivitas yang melatih kekompakan dan kepemimpinan. Di antara berbagai permainan yang disiapkan panitia, terdapat satu tantangan yang paling menyita perhatian peserta, yakni permainan “Melampaui Pulau”.
Pada permainan ini, setiap kelompok terdiri dari sekitar kurang lebih 20 siswa hanya diberikan sepuluh lembar kardus sebagai “pulau” untuk membantu seluruh anggota menyeberang dari satu pulau menuju pulau lainnya. Sekilas permainan iini terlihat sederhana, namun di balik itu tersimpan tantangan besar yang menuntut kerja sama, strategi, dan kecepatan.
Keseruan dalam permainan yang membutuhkan konsentrasi saat hanya ada satu pulau yang boleh ditempati bersama oleh laki-laki dan perempuan, sementara pulau lainnya hanya boleh dihuni sesama laki-laki atau sesama perempuan. Tidak boleh ada pulau yang kosong tanpa penghuni, dan jarak antar kardus (Pulau) juga tidak boleh terlalu lebar agar peserta tidak melakukan “lompat kelinci” demi mempercepat perpindahan.
Permainan dimulai, masing-masing kelompok tampak sibuk berdiskusi menyusun strategi terbaik, ada yang berdiskusi dengan tenang, ada pula yang berteriak memberi arahan agar seluruh anggota tetap bergerak bersama. Mereka belajar bahwa tujuan tidak mudah dicapai jika setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Dalam permainan ini, satu langkah yang salah dapat menyulitkan seluruh kelompok. Sebaliknya ketika semua anggota kompak, rintangan yang terlihat sulit perlahan dapat dilalui bersama.
“pulau” dapat diartikan sebagai tujuan atau tantangan hidup, sedangkan proses menyeberang menggambarkan usaha bersama untuk menghadapi kesulitan dan mencapai keberhasilan. Melalui permainan menyeberang pulau, peserta diajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan dan solidaritas dalam mencapai tujuan bersama.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan nyata, manusia akan selalu dihadapkan pada berbagai tantangan dan rintangan. Untuk dapat melewatinya, dibutuhkan kerja sama, komunikasi, rasa percaya, serta sikap saling membantu antar sesama.
Melalui kegiatan Capacity Building ini, SMK Negeri Jenawi berharap seluruh siswa tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu membangun rasa empati, komunikasi yang baik, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
kegiatan yang di ikuti oleh seluruh siswa beserta Bapak/Ibu Guru dan Staff ikut berperan aktif sebagai trainer, siswa diajak belajar secara langsung tentang pentingnya kerja sama, komunikasi yang baik, saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan masalah bersama. Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, Peserta didik mengikuti berbagai permainan edukatif, tantangan kelompok, serta aktivitas yang melatih kekompakan dan kepemimpinan. Di antara berbagai permainan yang disiapkan panitia, terdapat satu tantangan yang paling menyita perhatian peserta, yakni permainan “Melampaui Pulau”.
Pada permainan ini, setiap kelompok terdiri dari sekitar kurang lebih 20 siswa hanya diberikan sepuluh lembar kardus sebagai “pulau” untuk membantu seluruh anggota menyeberang dari satu pulau menuju pulau lainnya. Sekilas permainan iini terlihat sederhana, namun di balik itu tersimpan tantangan besar yang menuntut kerja sama, strategi, dan kecepatan.
Keseruan dalam permainan yang membutuhkan konsentrasi saat hanya ada satu pulau yang boleh ditempati bersama oleh laki-laki dan perempuan, sementara pulau lainnya hanya boleh dihuni sesama laki-laki atau sesama perempuan. Tidak boleh ada pulau yang kosong tanpa penghuni, dan jarak antar kardus (Pulau) juga tidak boleh terlalu lebar agar peserta tidak melakukan “lompat kelinci” demi mempercepat perpindahan.
Permainan dimulai, masing-masing kelompok tampak sibuk berdiskusi menyusun strategi terbaik, ada yang berdiskusi dengan tenang, ada pula yang berteriak memberi arahan agar seluruh anggota tetap bergerak bersama. Mereka belajar bahwa tujuan tidak mudah dicapai jika setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Dalam permainan ini, satu langkah yang salah dapat menyulitkan seluruh kelompok. Sebaliknya ketika semua anggota kompak, rintangan yang terlihat sulit perlahan dapat dilalui bersama.
“pulau” dapat diartikan sebagai tujuan atau tantangan hidup, sedangkan proses menyeberang menggambarkan usaha bersama untuk menghadapi kesulitan dan mencapai keberhasilan. Melalui permainan menyeberang pulau, peserta diajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan dan solidaritas dalam mencapai tujuan bersama.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan nyata, manusia akan selalu dihadapkan pada berbagai tantangan dan rintangan. Untuk dapat melewatinya, dibutuhkan kerja sama, komunikasi, rasa percaya, serta sikap saling membantu antar sesama.
Melalui kegiatan Capacity Building ini, SMK Negeri Jenawi berharap seluruh siswa tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu membangun rasa empati, komunikasi yang baik, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.