Isi Berita / Informasi
KARANGANYAR — Pembelajaran kewirausahaan bagi siswa SMK tidak lagi sebatas teori di dalam ruang kelas. Guna mengasah mental dan keterampilan wirausaha secara nyata, siswa kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1 (AKL1) SMK Negeri Jenawi menggelar kegiatan observasi lapangan ke sentra produksi Teh Gambyong yang berlokasi di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) ini mendapuk Wijanarko, S.Pd. selaku guru pembimbing. Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman belajar berbasis praktik (experiential learning) secara langsung dari para pelaku usaha lokal.
Sejak awal kedatangan, para siswa menyimak dengan antusias seluruh tahapan pembuatan teh. Mereka diajak melihat dan mengamati secara cermat proses pengolahan daun teh segar hingga menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Tidak berhenti pada pengamatan pasif, para siswa juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam proses pengemasan (packing), sehingga mereka memahami pentingnya standar kualitas dan ketelitian dalam penyajian produk.
Puncak kegiatan diisi dengan sesi wawancara interaktif antara siswa dan pengelola Teh Gambyong. Berbagai topik krusial dikupas tuntas, mulai dari teknik pemilihan bahan baku, efisiensi rantai produksi, hingga strategi pemasaran—baik secara konvensional maupun digital—guna menembus pasar yang lebih luas.
Guru pembimbing KIK SMK N Jenawi, Wijanarko, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan luar kelas ini sengaja dirancang agar para siswa memiliki gambaran riil mengenai dinamika dunia usaha.
"Kami ingin para siswa tidak hanya menguasai pencatatan keuangan di atas kertas, tetapi juga memahami proses bisnis dari hulu ke hilir. Melalui observasi Teh Gambyong ini, mereka bisa melihat langsung bagaimana inovasi produk dan strategi pemasaran saling berkaitan dalam menjaga keberlangsungan sebuah usaha," ujar Wijanarko.
Melalui kunjungan edukatif ini, para siswa kelas XI AKL1 SMK N Jenawi diharapkan tidak hanya mendapatkan wawasan praktis mengenai manajemen produksi dan pemasaran, tetapi juga termotivasi untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di masa depan.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) ini mendapuk Wijanarko, S.Pd. selaku guru pembimbing. Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman belajar berbasis praktik (experiential learning) secara langsung dari para pelaku usaha lokal.
Sejak awal kedatangan, para siswa menyimak dengan antusias seluruh tahapan pembuatan teh. Mereka diajak melihat dan mengamati secara cermat proses pengolahan daun teh segar hingga menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Tidak berhenti pada pengamatan pasif, para siswa juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam proses pengemasan (packing), sehingga mereka memahami pentingnya standar kualitas dan ketelitian dalam penyajian produk.
Puncak kegiatan diisi dengan sesi wawancara interaktif antara siswa dan pengelola Teh Gambyong. Berbagai topik krusial dikupas tuntas, mulai dari teknik pemilihan bahan baku, efisiensi rantai produksi, hingga strategi pemasaran—baik secara konvensional maupun digital—guna menembus pasar yang lebih luas.
Guru pembimbing KIK SMK N Jenawi, Wijanarko, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan luar kelas ini sengaja dirancang agar para siswa memiliki gambaran riil mengenai dinamika dunia usaha.
"Kami ingin para siswa tidak hanya menguasai pencatatan keuangan di atas kertas, tetapi juga memahami proses bisnis dari hulu ke hilir. Melalui observasi Teh Gambyong ini, mereka bisa melihat langsung bagaimana inovasi produk dan strategi pemasaran saling berkaitan dalam menjaga keberlangsungan sebuah usaha," ujar Wijanarko.
Melalui kunjungan edukatif ini, para siswa kelas XI AKL1 SMK N Jenawi diharapkan tidak hanya mendapatkan wawasan praktis mengenai manajemen produksi dan pemasaran, tetapi juga termotivasi untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di masa depan.