Isi Berita / Informasi
Ngargoyoso – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan bebas dari perundungan, SMK Negeri Jenawi menggelar kegiatan Sosiokultural Capacity Building 2026 dengan tema inspiratif: “Tanpa Bullying, Kita Wujudkan Kerjasama dan Menumbuhkan Disiplin serta Menanamkan Karakter.” Kegiatan yang berlangsung pada Senin (25/5) ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI, serta para guru dan karyawan SMK Negeri Jenawi. Bertempat di kawasan Tahura KGPAA. Mangkunagoro I, kegiatan berlangsung dari pukul 08.30 hingga 13.00 WIB dengan suasana mendung yang justru menambah kekhidmatan dan kesyahduan acara.
Kegiatan dibuka dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala SMK Negeri Jenawi, Andi Saputro, S.Kom. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan keberagaman sosial dan budaya di lingkungan masyarakat. Setelah apel, seluruh peserta mengikuti senam pagi bersama yang diiringi semangat dan keceriaan. Sebagaimana disampaikan oleh sosiolog Prof. Dr. Selo Soemardjan, “Manusia tidak dapat hidup sendiri; ia selalu membutuhkan orang lain dalam suatu tatanan sosial yang saling menghormati.” Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari pemikiran tersebut, di mana siswa belajar untuk saling menghargai sejak dini.
Puncak kegiatan diisi dengan permainan edukatif dan outbound yang menantang. Terdapat lima jenis permainan outbound yang sukses mengasah kerja sama tim, yaitu Pesan Berantai, Lompat Zig-Zag, Menyeberangi Pulau, Merayap dan Jalan Rintang. Melalui permainan ini, siswa tidak hanya bergerak aktif, tetapi juga belajar memecahkan masalah bersama, berkomunikasi efektif, dan membangun kepercayaan. Cuaca mendung sepanjang kegiatan tidak menyurutkan semangat peserta justru menjadikan setiap tantangan terasa lebih heroik dan penuh makna. Seperti kata Margaret Mead, antropolog terkenal asal Amerika “Jangan pernah meremehkan kemampuan sekelompok kecil orang yang berkomitmen untuk mengubah dunia. Memang, hanya mereka yang melakukannya.”
Kegiatan ini mengajarkan kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan. Dengan meniadakan bullying, kita membuka ruang bagi tumbuhnya kerjasama, disiplin dan karakter luhur. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghormati.
SMK Negeri Jenawi berharap kegiatan Sosiokultural Capacity Building ini menjadi titik awal kebiasaan baik yang terus berlanjut di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mari kita jaga semangat kebersamaan, karena dari sini lahir generasi unggul yang berkarakter. Tetap semangat berprestasi, SMK Negeri Jenawi Sekolahnya Juara!
Kegiatan dibuka dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala SMK Negeri Jenawi, Andi Saputro, S.Kom. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan keberagaman sosial dan budaya di lingkungan masyarakat. Setelah apel, seluruh peserta mengikuti senam pagi bersama yang diiringi semangat dan keceriaan. Sebagaimana disampaikan oleh sosiolog Prof. Dr. Selo Soemardjan, “Manusia tidak dapat hidup sendiri; ia selalu membutuhkan orang lain dalam suatu tatanan sosial yang saling menghormati.” Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari pemikiran tersebut, di mana siswa belajar untuk saling menghargai sejak dini.
Puncak kegiatan diisi dengan permainan edukatif dan outbound yang menantang. Terdapat lima jenis permainan outbound yang sukses mengasah kerja sama tim, yaitu Pesan Berantai, Lompat Zig-Zag, Menyeberangi Pulau, Merayap dan Jalan Rintang. Melalui permainan ini, siswa tidak hanya bergerak aktif, tetapi juga belajar memecahkan masalah bersama, berkomunikasi efektif, dan membangun kepercayaan. Cuaca mendung sepanjang kegiatan tidak menyurutkan semangat peserta justru menjadikan setiap tantangan terasa lebih heroik dan penuh makna. Seperti kata Margaret Mead, antropolog terkenal asal Amerika “Jangan pernah meremehkan kemampuan sekelompok kecil orang yang berkomitmen untuk mengubah dunia. Memang, hanya mereka yang melakukannya.”
Kegiatan ini mengajarkan kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan. Dengan meniadakan bullying, kita membuka ruang bagi tumbuhnya kerjasama, disiplin dan karakter luhur. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghormati.
SMK Negeri Jenawi berharap kegiatan Sosiokultural Capacity Building ini menjadi titik awal kebiasaan baik yang terus berlanjut di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mari kita jaga semangat kebersamaan, karena dari sini lahir generasi unggul yang berkarakter. Tetap semangat berprestasi, SMK Negeri Jenawi Sekolahnya Juara!