Isi Berita / Informasi
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan lagi masa depan, melainkan realitas hari ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan memahami dan memanfaatkan AI menjadi kunci agar tidak tergeser oleh zaman. Inilah alasan utama mengapa program AI Ready ASEAN (AIRA) menjadi agenda yang sangat krusial bagi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
Diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), kegiatan ini berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari 13 hingga 17 Juli 2026. Bertempat di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah, program ini mempertemukan para peserta dalam ekosistem belajar yang intensif dan kolaboratif.
Jika kamu masih ragu mengapa program ini begitu penting, berikut adalah tiga alasan kuat mengapa AI Ready ASEAN tidak boleh dilewatkan:
1. Menjembatani Kesenjangan Digital di Tingkat Regional
AI Ready ASEAN bukan sekadar pelatihan teknologi biasa. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menyiapkan sumber daya manusia di kawasan Asia Tenggara agar siap menghadapi tantangan industri berbasis digital. Melalui program ini, peserta dibekali dengan standar kompetensi AI yang diakui secara regional, sehingga mampu mencetak generasi muda yang kompetitif di kancah internasional.
2. Kurikulum Praktis dan Relevan
Dipandu oleh instruktur berpengalaman dari BPPMPV KPTK, materi yang disampaikan tidak hanya teoretis. Peserta diajak langsung mempraktikkan implementasi alat-alat AI dalam dunia pendidikan dan kerja. Mulai dari pemanfaatan AI untuk efisiensi administrasi, analisis data, hingga pembuatan konten pembelajaran yang interaktif dan personal.
3. Fasilitas dan Lingkungan Belajar yang Mendukung
Pemilihan BBGP Jawa Tengah sebagai lokasi kegiatan memberikan atmosfer belajar yang kondusif. Fasilitas yang memadai mendukung kelancaran praktik teknologi tingkat tinggi, sekaligus menjadi ruang berjejaring (networking) bagi para peserta untuk saling berbagi inovasi dan praktik baik (best practices) dari daerah masing-masing.
Kesimpulan
Dunia bergerak cepat, dan AI adalah motor penggeraknya. Melalui fasilitasi matang dari BPPMPV KPTK di pertengahan Juli 2026 ini, AI Ready ASEAN menjadi langkah nyata untuk memastikan kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain aktif dalam transformasi digital ASEAN. Jangan sampai ketinggalan momentum emas ini untuk mempercepat peningkatan kompetensi dan kapasitas diri!
Diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), kegiatan ini berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari 13 hingga 17 Juli 2026. Bertempat di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah, program ini mempertemukan para peserta dalam ekosistem belajar yang intensif dan kolaboratif.
Jika kamu masih ragu mengapa program ini begitu penting, berikut adalah tiga alasan kuat mengapa AI Ready ASEAN tidak boleh dilewatkan:
1. Menjembatani Kesenjangan Digital di Tingkat Regional
AI Ready ASEAN bukan sekadar pelatihan teknologi biasa. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menyiapkan sumber daya manusia di kawasan Asia Tenggara agar siap menghadapi tantangan industri berbasis digital. Melalui program ini, peserta dibekali dengan standar kompetensi AI yang diakui secara regional, sehingga mampu mencetak generasi muda yang kompetitif di kancah internasional.
2. Kurikulum Praktis dan Relevan
Dipandu oleh instruktur berpengalaman dari BPPMPV KPTK, materi yang disampaikan tidak hanya teoretis. Peserta diajak langsung mempraktikkan implementasi alat-alat AI dalam dunia pendidikan dan kerja. Mulai dari pemanfaatan AI untuk efisiensi administrasi, analisis data, hingga pembuatan konten pembelajaran yang interaktif dan personal.
3. Fasilitas dan Lingkungan Belajar yang Mendukung
Pemilihan BBGP Jawa Tengah sebagai lokasi kegiatan memberikan atmosfer belajar yang kondusif. Fasilitas yang memadai mendukung kelancaran praktik teknologi tingkat tinggi, sekaligus menjadi ruang berjejaring (networking) bagi para peserta untuk saling berbagi inovasi dan praktik baik (best practices) dari daerah masing-masing.
Kesimpulan
Dunia bergerak cepat, dan AI adalah motor penggeraknya. Melalui fasilitasi matang dari BPPMPV KPTK di pertengahan Juli 2026 ini, AI Ready ASEAN menjadi langkah nyata untuk memastikan kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain aktif dalam transformasi digital ASEAN. Jangan sampai ketinggalan momentum emas ini untuk mempercepat peningkatan kompetensi dan kapasitas diri!