Isi Berita / Informasi
Karanganyar (28/07/2026) – Semangat peningkatan mutu pendidikan kembali menyala di Kabupaten Karanganyar. Pada Selasa, 28 Juli 2026, puluhan guru Pendidikan Agama Hindu dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk Jari Purwanto, S.Pd.H. yang merupakan guru aktif dari SMKN Jenawi, berkumpul dengan penuh antusiasme di Aula Rumah Makan D'Sani, Ngargoyoso. Mereka hadir untuk mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Nasional Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi para pendidik, khususnya perwakilan dari SMKN Jenawi, untuk menggali strategi baru dalam menciptakan proses belajar mengajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyentuh jiwa peserta didik.
Bertindak selaku pembuka acara, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Muhammad Rusdiyanto, S.E., S.Pd.I, M.A.P., secara resmi membuka workshop dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif guru dalam memaksimalkan pelayanan pendidikan. Usai pembukaan, para peserta langsung disuguhi materi berharga bertajuk “Teknik Pembuatan LKPD” yang disampaikan oleh Dr. Trimo, S.Pd., M.Pd. dari STAH Jawa Dwipa Klaten. Sesi berikutnya menghadirkan Eko Pujianto, S.Ag, M.Pd. selaku Pembimas Hindu Provinsi Jawa Tengah, yang mengupas tuntas tentang “Optimalisasi Tupoksi dan Peran Guru Agama Hindu” di era kurikulum nasional saat ini. Kehadiran Sartono, S.Ag., M.Pd.H. (Ketua KKG) dan Dwi Maryani, S.Ag. (Ketua MGMP) turut memeriahkan diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang hari.
Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, serta inovasi guru dalam mengimplementasikan kurikulum melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam yang menekankan tiga pilar utama: pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Pendekatan holistik ini mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara seimbang. Bagi Jari Purwanto, S.Pd.H. dan rekan-rekan guru lainnya, momen ini menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi metode pengajaran yang selama ini diterapkan. Mereka diajak untuk tidak sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan merancang pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan karakter kuat dan kompetensi unggul pada setiap siswa, sesuai dengan profil lulusan yang diharapkan dalam Kurikulum Nasional.
Ada pesan mendalam yang terpetik dari gelaran workshop ini: menjadi guru adalah panggilan untuk menyalakan lentera, bukan sekadar mengisi bejana. Di balik setiap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang dan setiap materi yang disampaikan, tersimpan amanat mulia untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kaya spiritual dan luhur budi pekertinya. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh guru Agama Hindu di Karanganyar, termasuk dedikasi luar biasa dari perwakilan SMKN Jenawi, adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah gerakan kolektif yang terus bergerak maju. Ke depan, SMKN Jenawi dan seluruh sekolah di Kabupaten Karanganyar berharap agar ilmu yang telah diperoleh dapat segera diaplikasikan di dalam kelas, melahirkan suasana belajar yang menggembirakan dan penuh makna.
Bertindak selaku pembuka acara, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Muhammad Rusdiyanto, S.E., S.Pd.I, M.A.P., secara resmi membuka workshop dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif guru dalam memaksimalkan pelayanan pendidikan. Usai pembukaan, para peserta langsung disuguhi materi berharga bertajuk “Teknik Pembuatan LKPD” yang disampaikan oleh Dr. Trimo, S.Pd., M.Pd. dari STAH Jawa Dwipa Klaten. Sesi berikutnya menghadirkan Eko Pujianto, S.Ag, M.Pd. selaku Pembimas Hindu Provinsi Jawa Tengah, yang mengupas tuntas tentang “Optimalisasi Tupoksi dan Peran Guru Agama Hindu” di era kurikulum nasional saat ini. Kehadiran Sartono, S.Ag., M.Pd.H. (Ketua KKG) dan Dwi Maryani, S.Ag. (Ketua MGMP) turut memeriahkan diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang hari.
Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, serta inovasi guru dalam mengimplementasikan kurikulum melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam yang menekankan tiga pilar utama: pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Pendekatan holistik ini mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara seimbang. Bagi Jari Purwanto, S.Pd.H. dan rekan-rekan guru lainnya, momen ini menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi metode pengajaran yang selama ini diterapkan. Mereka diajak untuk tidak sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan merancang pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan karakter kuat dan kompetensi unggul pada setiap siswa, sesuai dengan profil lulusan yang diharapkan dalam Kurikulum Nasional.
Ada pesan mendalam yang terpetik dari gelaran workshop ini: menjadi guru adalah panggilan untuk menyalakan lentera, bukan sekadar mengisi bejana. Di balik setiap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang dan setiap materi yang disampaikan, tersimpan amanat mulia untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kaya spiritual dan luhur budi pekertinya. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh guru Agama Hindu di Karanganyar, termasuk dedikasi luar biasa dari perwakilan SMKN Jenawi, adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah gerakan kolektif yang terus bergerak maju. Ke depan, SMKN Jenawi dan seluruh sekolah di Kabupaten Karanganyar berharap agar ilmu yang telah diperoleh dapat segera diaplikasikan di dalam kelas, melahirkan suasana belajar yang menggembirakan dan penuh makna.