Isi Berita / Informasi
Sragen, 15 Juni 2026 — Praktik Kerja Lapangan (PKL) sering kali diidentikkan dengan rutinitas dunia kerja yang berpusat pada penguasaan keterampilan teknis (hard skills). Namun, bagi para siswa SMK yang berkesempatan menjalankan masa PKL di PT Pegadaian, esensi yang mereka serap jauh lebih mendalam. Di sana, mereka tidak hanya diajarkan cara melayani nasabah atau menginput data, melainkan juga belajar tentang nilai fundamental dalam industri keuangan: mengelola kepercayaan dan menjaga integritas.
Hal ini terlihat jelas saat tim monitoring sekolah melakukan kunjungan berkala ke kantor cabang Pegadaian tempat para siswa menimba ilmu. Berbalut seragam rapi dan senyum ramah, para siswa tampak cekatan dan membaur dengan ritme kerja para profesional.
Menghidupkan Slogan "Mengatasi Masalah Tanpa Masalah"
Slogan ikonik Pegadaian tersebut ternyata bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan sebuah budaya kerja nyata yang harus diadopsi oleh para siswa PKL. Masuk ke industri jasa keuangan berarti siap berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat yang datang membawa kebutuhan finansial mendesak.
Di sinilah ujian mental pertama dimulai. Siswa PKL dilatih untuk memiliki empati yang tinggi, mendengarkan keluhan dengan sabar, dan memberikan solusi dengan cepat serta akurat. Di bawah bimbingan para mentor profesional Pegadaian, siswa belajar bahwa pelayanan prima dimulai dari kejujuran informasi.
"Di sekolah kami belajar teori akuntansi dan pelayanan prima, tetapi di Pegadaian kami belajar bahwa satu digit angka yang salah input taruhannya adalah kepercayaan nasabah. Di sini tingkat ketelitian dan kejujuran benar-benar diuji," ujar salah satu siswa PKL dengan antusias.
Integritas di Atas Segalanya
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang taksir nilai barang dan pembiayaan, integritas adalah urat nadi Pegadaian. Nilai inilah yang ditanamkan kuat-kuat kepada para siswa magang sejak hari pertama. Mereka belajar bahwa menjaga rahasia data nasabah, bersikap jujur dalam setiap pencatatan transaksi, dan disiplin waktu adalah bentuk integritas yang tidak bisa ditawar.
Tugas-tugas seperti membantu administrasi taksiran, mengarsip dokumen berharga, hingga menyapa nasabah di garda depan (frontliner) menuntut akurasi tinggi. Di era digitalisasi tahun 2026 ini, di mana sistem keamanan informasi semakin ketat, para siswa juga diajarkan pentingnya menjaga etika kerja digital.
Kunjungan Sekolah: Memastikan Link and Match Berjalan Optimal
Kunjungan yang dilakukan oleh pihak sekolah ini bukan sekadar formalitas jabat tangan dengan pimpinan cabang. Lebih dari itu, kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penyelarasan kurikulum sekolah dengan kebutuhan riil dunia industri (link and match).
Pihak manajemen PT Pegadaian pun memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja para siswa SMK. Mereka dinilai cepat beradaptasi, sopan, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.
Guru pembimbing PKL menegaskan bahwa pengalaman di Pegadaian adalah modal mahal yang tidak bisa didapatkan di dalam ruang kelas. Melalui PKL ini, siswa tidak hanya pulang membawa sertifikat industri, tetapi juga karakter yang matang, mentalitas profesional yang kuat, serta pemahaman mendalam bahwa kesuksesan karier di masa depan dibangun di atas fondasi kepercayaan dan integritas.
Hal ini terlihat jelas saat tim monitoring sekolah melakukan kunjungan berkala ke kantor cabang Pegadaian tempat para siswa menimba ilmu. Berbalut seragam rapi dan senyum ramah, para siswa tampak cekatan dan membaur dengan ritme kerja para profesional.
Menghidupkan Slogan "Mengatasi Masalah Tanpa Masalah"
Slogan ikonik Pegadaian tersebut ternyata bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan sebuah budaya kerja nyata yang harus diadopsi oleh para siswa PKL. Masuk ke industri jasa keuangan berarti siap berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat yang datang membawa kebutuhan finansial mendesak.
Di sinilah ujian mental pertama dimulai. Siswa PKL dilatih untuk memiliki empati yang tinggi, mendengarkan keluhan dengan sabar, dan memberikan solusi dengan cepat serta akurat. Di bawah bimbingan para mentor profesional Pegadaian, siswa belajar bahwa pelayanan prima dimulai dari kejujuran informasi.
"Di sekolah kami belajar teori akuntansi dan pelayanan prima, tetapi di Pegadaian kami belajar bahwa satu digit angka yang salah input taruhannya adalah kepercayaan nasabah. Di sini tingkat ketelitian dan kejujuran benar-benar diuji," ujar salah satu siswa PKL dengan antusias.
Integritas di Atas Segalanya
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang taksir nilai barang dan pembiayaan, integritas adalah urat nadi Pegadaian. Nilai inilah yang ditanamkan kuat-kuat kepada para siswa magang sejak hari pertama. Mereka belajar bahwa menjaga rahasia data nasabah, bersikap jujur dalam setiap pencatatan transaksi, dan disiplin waktu adalah bentuk integritas yang tidak bisa ditawar.
Tugas-tugas seperti membantu administrasi taksiran, mengarsip dokumen berharga, hingga menyapa nasabah di garda depan (frontliner) menuntut akurasi tinggi. Di era digitalisasi tahun 2026 ini, di mana sistem keamanan informasi semakin ketat, para siswa juga diajarkan pentingnya menjaga etika kerja digital.
Kunjungan Sekolah: Memastikan Link and Match Berjalan Optimal
Kunjungan yang dilakukan oleh pihak sekolah ini bukan sekadar formalitas jabat tangan dengan pimpinan cabang. Lebih dari itu, kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penyelarasan kurikulum sekolah dengan kebutuhan riil dunia industri (link and match).
Pihak manajemen PT Pegadaian pun memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja para siswa SMK. Mereka dinilai cepat beradaptasi, sopan, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.
Guru pembimbing PKL menegaskan bahwa pengalaman di Pegadaian adalah modal mahal yang tidak bisa didapatkan di dalam ruang kelas. Melalui PKL ini, siswa tidak hanya pulang membawa sertifikat industri, tetapi juga karakter yang matang, mentalitas profesional yang kuat, serta pemahaman mendalam bahwa kesuksesan karier di masa depan dibangun di atas fondasi kepercayaan dan integritas.