Isi Berita / Informasi
Kisah Inspiratif dari Lapangan: Monitoring Tahap 2 Siswa Akuntansi SMK Negeri Jenawi di BPRS Sukowati Kantor Kas Kerjo
SRAGEN, 15 Juni 2026 – SMK Negeri Jenawi terus berkomitmen memastikan mutu pendidikan kejuruan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Pada Senin (15/6), saya Sri Sudarsi, S.Pd. sebagai salah satu anggota tim Guru Pembimbing Prakerin SMK Negeri Jenawi melaksanakan agenda Monitoring Prakerin Tahap 2 bagi siswa kompetensi keahlian Akuntansi. Kunjungan monitoring kali ini bertempat di Bank Syariah Sragen Kantor Kas Kerjo, atau yang akrab dikenal oleh masyarakat sebagai BPRS Sukowati Sragen Kantor Kas Kerjo.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) BPRS Sukowati Kantor Kas Kerjo yaitu ibu Aris Miatun, S.Pd., Staff BPRS Sukowati , Guru Pembimbing Prakerin (Sri Sudarsi, S.Pd.), serta para siswa Akuntansi yang sedang melaksanakan program prakerin (Fika dan Tiara). Kegiatan berjalan dengan lancar, penuh kehangatan, sekaligus menjadi ruang evaluasi objektif atas performa kerja siswa di lapangan.
Sinergi dan Tujuan Strategis Kunjungan
Monitoring ini bukan sekadar kunjungan formalitas rutin, melainkan memuat 5 tujuan utama demi mengoptimalkan kompetensi siswa, di antaranya:
1. Menyelaraskan Teori Kelas dengan Praktik Lapangan: Memastikan siswa dapat mengaplikasikan teori akuntansi yang sudah dipelajari di sekolah (seperti penjurnalan, rekonsiliasi bank, penyusunan laporan keuangan, atau penggunaan software akuntansi) ke dalam sistem kerja riil di perbankan.
2. Memantau Perkembangan Kompetensi Siswa: Melihat sejauh mana peningkatan keterampilan teknis (hard skills) siswa dalam menangani dokumen keuangan, serta kemampuan berpikir kritis mereka saat menghadapi selisih atau masalah pencatatan, serta bagaimana menghadapi nasabah yang berbeda-beda karakter baik yang berkunjung ke kantor maupun saat jemput nasabah.
3. Mengevaluasi Adaptasi dan Soft Skills: Menilai sikap kerja siswa di lingkungan profesional, mulai dari kedisiplinan, ketelitian (karena akuntansi menuntut akurasi tinggi), komunikasi antar-tim, hingga etika kerja.
4. Menjaring Umpan Balik (Feedback) dari Pembimbing Industri: Mendengar langsung masukan dari pihak perusahaan mengenai performa siswa. Feedback ini sangat penting sebagai bahan evaluasi bagi sekolah untuk memperbaiki atau memperbarui kurikulum akuntansi agar selalu relevan dengan kebutuhan industri terkini.
5. Memperkuat Hubungan Kemitraan (Link and Match): Menjaga hubungan baik dan kerja sama antara pihak sekolah dengan perusahaan (DUDI) agar program magang atau penyerapan lulusan di masa depan tetap berjalan lancar.
Empat Tahapan Penting Kegiatan Monitoring
Bagaimana kegiatan ini berlangsung?
Proses monitoring dikemas secara profesional dan interaktif melalui 4 tahapan esensial:
a) Penyambutan dan Silaturahmi: Pertemuan dibuka dengan ramah tamah antara guru pembimbing pihak SMK Negeri Jenawi bersama Pimpinan dan staf BPRS Sukowati Kantor Kas Kerjo.
b) Sesi Diskusi dan Evaluasi dengan Pembimbing Industri: Guru pembimbing berdialog langsung dengan pihak bank guna mendengar testimoni serta penilaian berkala terhadap performa, ketelitian, dan kedisiplinan para siswa selama bertugas.
c) Heart-to-Heart Talk dengan Siswa: Sesi pendekatan personal dari hati ke hati antara guru pembimbing dan siswa. Di sini siswa diajak berbagi cerita, kendala yang dihadapi, hingga pencapaian apa saja yang sudah mereka raih agar mereka tetap termotivasi.
d) Pengisian Instrumen Monitoring & Foto Bersama: Kegiatan ditutup dengan pengisian dokumen instrumen administrasi monitoring sebagai bukti autentik dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol eratnya kemitraan yang terjalin.
Melalui kegiatan monitoring tahap 2 ini, SMK Negeri Jenawi membuktikan nyata komitmennya untuk tidak hanya melahirkan lulusan yang cakap secara teori, namun juga beriman dan bertakwa keapada Tuhan YME, tangguh, teliti, beradab dan beretika di lingkungan kerja yang sesungguhnya.
SRAGEN, 15 Juni 2026 – SMK Negeri Jenawi terus berkomitmen memastikan mutu pendidikan kejuruan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Pada Senin (15/6), saya Sri Sudarsi, S.Pd. sebagai salah satu anggota tim Guru Pembimbing Prakerin SMK Negeri Jenawi melaksanakan agenda Monitoring Prakerin Tahap 2 bagi siswa kompetensi keahlian Akuntansi. Kunjungan monitoring kali ini bertempat di Bank Syariah Sragen Kantor Kas Kerjo, atau yang akrab dikenal oleh masyarakat sebagai BPRS Sukowati Sragen Kantor Kas Kerjo.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) BPRS Sukowati Kantor Kas Kerjo yaitu ibu Aris Miatun, S.Pd., Staff BPRS Sukowati , Guru Pembimbing Prakerin (Sri Sudarsi, S.Pd.), serta para siswa Akuntansi yang sedang melaksanakan program prakerin (Fika dan Tiara). Kegiatan berjalan dengan lancar, penuh kehangatan, sekaligus menjadi ruang evaluasi objektif atas performa kerja siswa di lapangan.
Sinergi dan Tujuan Strategis Kunjungan
Monitoring ini bukan sekadar kunjungan formalitas rutin, melainkan memuat 5 tujuan utama demi mengoptimalkan kompetensi siswa, di antaranya:
1. Menyelaraskan Teori Kelas dengan Praktik Lapangan: Memastikan siswa dapat mengaplikasikan teori akuntansi yang sudah dipelajari di sekolah (seperti penjurnalan, rekonsiliasi bank, penyusunan laporan keuangan, atau penggunaan software akuntansi) ke dalam sistem kerja riil di perbankan.
2. Memantau Perkembangan Kompetensi Siswa: Melihat sejauh mana peningkatan keterampilan teknis (hard skills) siswa dalam menangani dokumen keuangan, serta kemampuan berpikir kritis mereka saat menghadapi selisih atau masalah pencatatan, serta bagaimana menghadapi nasabah yang berbeda-beda karakter baik yang berkunjung ke kantor maupun saat jemput nasabah.
3. Mengevaluasi Adaptasi dan Soft Skills: Menilai sikap kerja siswa di lingkungan profesional, mulai dari kedisiplinan, ketelitian (karena akuntansi menuntut akurasi tinggi), komunikasi antar-tim, hingga etika kerja.
4. Menjaring Umpan Balik (Feedback) dari Pembimbing Industri: Mendengar langsung masukan dari pihak perusahaan mengenai performa siswa. Feedback ini sangat penting sebagai bahan evaluasi bagi sekolah untuk memperbaiki atau memperbarui kurikulum akuntansi agar selalu relevan dengan kebutuhan industri terkini.
5. Memperkuat Hubungan Kemitraan (Link and Match): Menjaga hubungan baik dan kerja sama antara pihak sekolah dengan perusahaan (DUDI) agar program magang atau penyerapan lulusan di masa depan tetap berjalan lancar.
Empat Tahapan Penting Kegiatan Monitoring
Bagaimana kegiatan ini berlangsung?
Proses monitoring dikemas secara profesional dan interaktif melalui 4 tahapan esensial:
a) Penyambutan dan Silaturahmi: Pertemuan dibuka dengan ramah tamah antara guru pembimbing pihak SMK Negeri Jenawi bersama Pimpinan dan staf BPRS Sukowati Kantor Kas Kerjo.
b) Sesi Diskusi dan Evaluasi dengan Pembimbing Industri: Guru pembimbing berdialog langsung dengan pihak bank guna mendengar testimoni serta penilaian berkala terhadap performa, ketelitian, dan kedisiplinan para siswa selama bertugas.
c) Heart-to-Heart Talk dengan Siswa: Sesi pendekatan personal dari hati ke hati antara guru pembimbing dan siswa. Di sini siswa diajak berbagi cerita, kendala yang dihadapi, hingga pencapaian apa saja yang sudah mereka raih agar mereka tetap termotivasi.
d) Pengisian Instrumen Monitoring & Foto Bersama: Kegiatan ditutup dengan pengisian dokumen instrumen administrasi monitoring sebagai bukti autentik dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol eratnya kemitraan yang terjalin.
Melalui kegiatan monitoring tahap 2 ini, SMK Negeri Jenawi membuktikan nyata komitmennya untuk tidak hanya melahirkan lulusan yang cakap secara teori, namun juga beriman dan bertakwa keapada Tuhan YME, tangguh, teliti, beradab dan beretika di lingkungan kerja yang sesungguhnya.