Isi Berita / Informasi
Karanganyar— Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai lingkungan SMKN Jenawi pada Jumat (31/7/2026) siang. Tepat pukul 07.00 WIB, sekolah menggelar agenda rutin Pembinaan Guru Wali, sebuah wadah interaktif yang dirancang untuk mempererat komunikasi serta memantau perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Salah satu guru wali, Wijanarko, S.Pd., terlihat mendampingi langsung para murid asuhannya. Dalam ruang diskusi yang cair, ia mengajak para siswa untuk saling berbagi cerita mengenai kondisi terkini, kendala dalam pembelajaran, hingga perkembangan pribadi yang sedang mereka jalani.
"Pendekatan ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bentuk pendampingan personal. Melalui sesi berbagi ini, kami ingin memastikan para siswa merasa didengar dan didukung, baik dalam aspek akademik maupun emosional," ujar Wijanarko di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, peran guru wali di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat krusial. Selain mengawal kesiapan keterampilan kejuruan siswa, guru wali juga bertindak sebagai pembimbing karakter dan tempat berdiskusi saat murid menghadapi hambatan selama proses belajar.
Para murid menyambut positif agenda pendampingan ini. Ruang dialog yang terbuka membuat mereka tak canggung menyampaikan gagasan, keluh kesah, maupun pencapaian kecil yang telah mereka raih.
Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan ini, SMKN Jenawi berkomitmen untuk terus mewujudkan ekosistem sekolah yang adaptif dan inklusif. Pendekatan berbasis empati ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki mental yang tangguh dan karakter yang kuat.
Salah satu guru wali, Wijanarko, S.Pd., terlihat mendampingi langsung para murid asuhannya. Dalam ruang diskusi yang cair, ia mengajak para siswa untuk saling berbagi cerita mengenai kondisi terkini, kendala dalam pembelajaran, hingga perkembangan pribadi yang sedang mereka jalani.
"Pendekatan ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bentuk pendampingan personal. Melalui sesi berbagi ini, kami ingin memastikan para siswa merasa didengar dan didukung, baik dalam aspek akademik maupun emosional," ujar Wijanarko di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, peran guru wali di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat krusial. Selain mengawal kesiapan keterampilan kejuruan siswa, guru wali juga bertindak sebagai pembimbing karakter dan tempat berdiskusi saat murid menghadapi hambatan selama proses belajar.
Para murid menyambut positif agenda pendampingan ini. Ruang dialog yang terbuka membuat mereka tak canggung menyampaikan gagasan, keluh kesah, maupun pencapaian kecil yang telah mereka raih.
Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan ini, SMKN Jenawi berkomitmen untuk terus mewujudkan ekosistem sekolah yang adaptif dan inklusif. Pendekatan berbasis empati ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki mental yang tangguh dan karakter yang kuat.