Isi Berita / Informasi
KARANGANYAR — Suasana pembelajaran yang berbeda dirasakan oleh para siswa kelas XI AKL 4 SMK Negeri Jenawi. Melepaskan diri sejenak dari rutinitas ruang kelas, mereka menggelar kegiatan pembelajaran di luar kelas (outdoor learning) untuk mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan dengan melakukan observasi langsung ke Pabrik Tahu "Ngudi Rejeki" di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis realitas (real-world learning), sehingga para siswa dapat menyelaraskan teori kewirausahaan dan akuntansi yang dipelajari di sekolah dengan praktik dunia usaha secara nyata.
Dari Dapur Produksi Hingga Praktik Pengirisan dan Packing
Didampingi langsung oleh guru pembimbing Wijanarko, S.Pd., rombongan siswa disambut hangat oleh pengelola dan para pekerja pabrik. Sejak pagi, para murid diajak mengamati dari dekat setiap tahapan produksi—mulai dari perendaman biji kedelai, penggilingan, perebusan adonan, hingga proses pencetakan tahu.
Tak sekadar menjadi pengamat, para siswa kelas XI AKL 4 juga diberi kesempatan untuk 'turun tangan' merasakan langsung proses kerja. Dengan bimbingan pekerja terampil, mereka belajar mengiris adonan tahu padat secara presisi menggunakan alat potong tradisional. Selain itu, para murid ikut mempraktikkan proses pengemasan (packing) tahu segar ke dalam wadah agar siap didistribusikan ke pasar dalam kondisi rapi dan higienis.
Gali Strategi Bisnis Lewat Sesi Wawancara
Sebagai penutup rangkaian observasi, para siswa menggelar sesi wawancara mendalam bersama pemilik Pabrik Tahu Ngudi Rejeki. Dalam dialog yang interaktif tersebut, para murid mengajukan berbagai pertanyaan seputar manajemen permodalan, kalkulasi biaya produksi, strategi menjaga kualitas di tengah fluktuasi harga kedelai, hingga saluran distribusi pemasaran.
Pemilik Pabrik Tahu Ngudi Rejeki membagikan pengalaman dan perjalanan usahanya dengan terbuka. Beliau menekankan bahwa konsistensi, kejujuran, dan ketahanan mental adalah kunci utama dalam menjalankan bisnis olahan pangan.
Membangun Mental Wirausaha Sejak Sekolah
Guru pembimbing mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan, Wijanarko, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan industri ini sangat krusial untuk membuka cakrawala berpikir siswa, khususnya program keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL).
"Di kelas anak-anak belajar mengenai teori manajemen, pembukuan, dan konsep inovasi. Namun, ketika mereka turun langsung memotong tahu, membantu pengemasan, dan mendengarkan perjuangan pemilik usaha secara langsung, mentalitas kewirausahaan mereka baru benar-benar teruji dan terasah," ujar Wijanarko, S.Pd.
Melalui kegiatan observasi di Pabrik Tahu Ngudi Rejeki Kerjo ini, para siswa SMKN Jenawi tidak hanya membawa pulang catatan materi pelajaran, tetapi juga benih-benih semangat untuk menjadi wirausahawan muda yang mandiri, kreatif, dan siap bersaing di masa depan.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis realitas (real-world learning), sehingga para siswa dapat menyelaraskan teori kewirausahaan dan akuntansi yang dipelajari di sekolah dengan praktik dunia usaha secara nyata.
Dari Dapur Produksi Hingga Praktik Pengirisan dan Packing
Didampingi langsung oleh guru pembimbing Wijanarko, S.Pd., rombongan siswa disambut hangat oleh pengelola dan para pekerja pabrik. Sejak pagi, para murid diajak mengamati dari dekat setiap tahapan produksi—mulai dari perendaman biji kedelai, penggilingan, perebusan adonan, hingga proses pencetakan tahu.
Tak sekadar menjadi pengamat, para siswa kelas XI AKL 4 juga diberi kesempatan untuk 'turun tangan' merasakan langsung proses kerja. Dengan bimbingan pekerja terampil, mereka belajar mengiris adonan tahu padat secara presisi menggunakan alat potong tradisional. Selain itu, para murid ikut mempraktikkan proses pengemasan (packing) tahu segar ke dalam wadah agar siap didistribusikan ke pasar dalam kondisi rapi dan higienis.
Gali Strategi Bisnis Lewat Sesi Wawancara
Sebagai penutup rangkaian observasi, para siswa menggelar sesi wawancara mendalam bersama pemilik Pabrik Tahu Ngudi Rejeki. Dalam dialog yang interaktif tersebut, para murid mengajukan berbagai pertanyaan seputar manajemen permodalan, kalkulasi biaya produksi, strategi menjaga kualitas di tengah fluktuasi harga kedelai, hingga saluran distribusi pemasaran.
Pemilik Pabrik Tahu Ngudi Rejeki membagikan pengalaman dan perjalanan usahanya dengan terbuka. Beliau menekankan bahwa konsistensi, kejujuran, dan ketahanan mental adalah kunci utama dalam menjalankan bisnis olahan pangan.
Membangun Mental Wirausaha Sejak Sekolah
Guru pembimbing mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan, Wijanarko, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan industri ini sangat krusial untuk membuka cakrawala berpikir siswa, khususnya program keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL).
"Di kelas anak-anak belajar mengenai teori manajemen, pembukuan, dan konsep inovasi. Namun, ketika mereka turun langsung memotong tahu, membantu pengemasan, dan mendengarkan perjuangan pemilik usaha secara langsung, mentalitas kewirausahaan mereka baru benar-benar teruji dan terasah," ujar Wijanarko, S.Pd.
Melalui kegiatan observasi di Pabrik Tahu Ngudi Rejeki Kerjo ini, para siswa SMKN Jenawi tidak hanya membawa pulang catatan materi pelajaran, tetapi juga benih-benih semangat untuk menjadi wirausahawan muda yang mandiri, kreatif, dan siap bersaing di masa depan.